Khotbah Singgung Politik, Panitia Salat Id di Bantul Minta Maaf

Khotbah Singgung Politik, Panitia Salat Id di Bantul Minta Maaf

Penyelenggaraan salat Id di Lapangan Tamanan, Bantul, Yogyakarta, Rabu (10/4) lalu diwarnai dengan aksi walkout (WO) sebagian jemaah saat khatib menyampaikan khotbahnya yang menyinggung politik. Masalah yang disinggung adalah dugaan kecurangan pemilu.

Ketua Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Tamanan sebagai panitia salat Id, Sujendro Nugroho, meminta maaf terkait materi khotbah yang menyinggung politik, yang viral di medsos.

“Saya mohon maaf karena memang tahun ini terfokus pada masalah takbir dan festival lomba, sehingga untuk konfirmasi masalah ustaz untuk masalah isian [khotbah] memang kami tidak meminta materinya,” ucap Sujendro saat dihubungi, Jumat (12/4).

“Ya, saya sendiri mungkin khilaf, saya mohon maaf itu. Mungkin saya juga enggak mengetahui untuk detailnya sebelum itu,” lanjutnya.

Sujendro yang menjadi Ketua PHBI sejak 1987 itu mengaku pihaknya memang tak pernah bertanya soal materi khotbah yang akan disampaikan karena waktunya pendek. Panitia sudah mencoba menghubungi sejumlah penceramah lain, namun saat itu hanya Untung Cahyono saja yang jadwalnya cocok.

“Ya, saya daripada nanti tidak ada imam atau khatib, kan repot, ya,” tuturnya.

Sujendro menyebut saat itu, sebenarnya jemaah yang meninggalkan lokasi hanya sebagian saja. Total jemaah yang datang dan ikut salat Id di sana ada sekitar dua ribu orang. Adapun Kemenag setempat memperkirakan, jemaah yang WO sekitar 25 persen.

“[Setelah salat Id] enggak ada apa-apa, baik-baik saja. Itu rombongan jemaah juga saling salam-salaman,” jelas Sujendro.

Jemaah Baik-Baik Saja

Setelah kejadian itu, Sujendro menyebut ia langsung menasihati timnya agar lain kali tak perlu menyinggung masalah politik karena kasihan jemaah. Untung sebelumnya juga pernah jadi khatib salat Id di sana, namun tak pernah menyinggung soal politik dan lebih banyak membahas soal ibadah puasa.

Sujendro juga memastikan usai salat Id kondisi di sana baik-baik saja. Tak ada jemaah yang mempermasalahkan soal penyelenggaraan salat Id maupun ceramahnya.

“Ya, jemaahnya juga baik-baik, kok. Artinya itu setelah itu tidak ada permasalahan. Mungkin karena diviralkan itu, jadi heboh. Jemaahnya enggak masalah, cuma itu khotbah menyinggung masalah itu. Saya juga insyaallah lain kali saya crosscheck,” tutupnya.


Eksplorasi konten lain dari LAMPUNG7.COM

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

    Tulis Komentar Anda