Marsudiyono Resmi Nahkodai Willys Lampung Community Kota Metro 2025–2028

METRO | Pengurus Willys Lampung Community (WLC) Kota Metro periode 2025–2028 resmi dilantik oleh Ketua Umum WLC Provinsi Lampung, berlangsung di kawasan wisata Capit Urang, Kelurahan Purwoasri, Kecamatan Metro Utara, Minggu (25/1/2026).

Pelantikan yang menjadi penanda dimulainya kepengurusan baru WLC Kota Metro, diharapkan dapat berkontribusi tidak hanya dalam bidang otomotif, tetapi juga dalam kehidupan sosial kemasyarakatan di Kota Metro.

Dikatakan dalam sambutannya Walikota Metro, Bambang Iman Santoso, menyampaikan bahwa kegiatan komunitas seperti WLC tidak sekadar menjadi ajang berkumpul, melainkan sarana silaturahmi yang memiliki banyak manfaat bagi anggotanya maupun masyarakat luas.

“Ini bukan sekadar ajang kumpul-kumpul, tetapi merupakan ajang silaturahmi. Saya pribadi dari dulu senang melihat mobil-mobil model Jeep, dan kumpul seperti ini sangat banyak manfaatnya,” ujar Bambang.

Lebih lanjut, Bambang berharap keberadaan WLC Kota Metro dapat menjadi komunitas yang membawa nilai-nilai kebaikan serta menjadi contoh bagi komunitas lain di Kota Metro.

“Semoga komunitas yang kita bangun ini merupakan jalan kebaikan ke depan. WLC Kota Metro bisa menjadi role model. Jika kawasan Capit Urang ini dipandang perlu untuk menarik investasi, tentu harapannya masyarakat bisa senang, sejahtera, dan bahagia,” ujar Bambang.

Sementara itu, Ketua Terpilih WLC Kota Metro periode 2025–2028, Marsudiyono, menyampaikan bahwa pelantikan tersebut merupakan awal dari tanggung jawab besar yang harus dijalankan oleh seluruh pengurus.

“Pelantikan hari ini menjadi penanda dimulainya amanah besar dan tanggung jawab. Kami akan menjunjung tinggi musyawarah serta menjaga etika, baik di jalan raya maupun di tengah masyarakat,” ucap Yono, panggilan akrabnya.

Ia menekankan pentingnya menjaga solidaritas internal organisasi serta sikap anggota dalam berinteraksi dengan masyarakat.

“Jaga solidaritas organisasi dan pegang teguh etika organisasi. Jaga sikap dan tunjukkan bahwa WLC merupakan komunitas yang bersinergi dengan seluruh lapisan masyarakat,” ujar Yono.

Ketua Umum WLC Provinsi Lampung, Jonas Efendi, juga menyampaikan bahwa pelantikan pengurus WLC Kota Metro bukan sekadar pergantian kepengurusan, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun komunitas.

“Pelantikan ini bukan sekadar pergantian pengurus, tetapi momentum penting untuk meneguhkan komitmen bersama. WLC hadir bukan hanya sebagai komunitas otomotif, tetapi sebagai bagian dari masyarakat,” kata Jonas.

Ia berpesan kepada pengurus yang baru dilantik agar menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab dan mampu menjadi teladan dalam berorganisasi.

“Kepada pengurus baru, jalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan jadilah teladan. Mari kita jadikan WLC sebagai motor penggerak di Kota Metro,” pungkas Jonas.| (Arif).

Abdulhak Dikukuhkan Pimpin Dewan Pimpinan Daerah Partai Nasional Demokrat Kota Metro 2025–2030

Metro | Abdulhak kembali dipercaya memimpin Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasional Demokrat (NasDem) Kota Metro untuk periode 2025–2030.

Pelantikan ketua dan pengurus DPD serta DPC Partai NasDem tersebut digelar di Wisma Haji Al Khairiyah, Kota Metro, Sabtu (24/1/2026).

Dalam struktur kepengurusan DPD Partai NasDem Kota Metro, Abdulhak ditetapkan sebagai Ketua, Ansori sebagai Sekretaris, dan Efril Hadi sebagai Bendahara.

Sementara itu, kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di lima kecamatan Kota Metro masing-masing dipimpin oleh Husni Hasbullah sebagai Ketua DPC Metro Pusat, Ema Aisyah sebagai Ketua DPC Metro Timur, Budiman sebagai Ketua DPC Metro Selatan, Tukidi sebagai Ketua DPC Metro Barat, serta Sri Wahyuningsih sebagai Ketua DPC Metro Utara.

Usai pelantikan, Ketua DPD Partai NasDem Kota Metro Abdulhak menyampaikan pesan Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Lampung agar seluruh kader senantiasa mendekatkan diri dan berkontribusi nyata kepada masyarakat.

“Ketua DPW menitipkan pesan agar kami selalu mendekat kepada rakyat, memberikan kontribusi nyata, serta menjalin komunikasi yang baik dengan seluruh kader Partai NasDem di Kota Metro,” ujar Abdulhak.

Ia menambahkan, Ketua DPW Partai NasDem menargetkan perolehan minimal lima kursi legislatif pada Pemilu mendatang, seiring dengan tren peningkatan perolehan kursi sebelumnya.

“Dengan tren perolehan kursi yang meningkat, mulai dari dua, tiga, hingga empat kursi, beliau berharap ke depan minimal lima kursi, syukur bisa lebih,” kata Abdulhak.

Untuk mencapai target tersebut, Abdulhak menegaskan bahwa DPD Partai NasDem Kota Metro akan terus melakukan sosialisasi dan pendekatan langsung kepada masyarakat.

“Upaya yang akan kami lakukan adalah terus turun ke bawah, melakukan sosialisasi, pendekatan, serta aksi nyata agar masyarakat semakin mengenal dan merasakan manfaat kehadiran Partai NasDem,” ungkap Abdulhak.

Sementara itu, dalam sambutannya, Walikota Metro Bambang Iman Santoso, mengucapkan, selamat dan sukses kepada seluruh pengurus DPD dan DPC Partai NasDem Kota Metro yang baru dilantik.

“Amanah ini merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan integritas, dedikasi, dan komitmen untuk kepentingan masyarakat,” ucap Bambang.

Bambang menegaskan, bahwa partai politik memiliki peran strategis dalam sistem demokrasi, tidak hanya sebagai sarana pendidikan politik, tetapi juga sebagai mitra pemerintah dalam merumuskan kebijakan publik, menjaga stabilitas daerah, serta mendorong pembangunan berkelanjutan.

“Keberadaan dan peran aktif Partai NasDem di Kota Metro kami harapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi kemajuan daerah,” kata Bambang.

“Saya berharap Partai NasDem dapat terus memberikan pendidikan politik yang berkualitas, mendorong partisipasi politik yang cerdas dan bermartabat, serta melahirkan kader-kader yang berintegritas, berkompeten, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi,” pungkas Bambang.| (Rio).

Gubernur Lampung Tegaskan Penyelesaian Konflik Gajah-Manusia di Way Kambas Lewat Batas Permanen

Lampung Timur – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung untuk menuntaskan konflik…

Walikota Metro Hadiri Peringatan Anniversary ke-7 RS Azizah

Metro | Pemerintah Kota (Pemkot) Metro memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Rumah Sakit (RS) Azizah atas dedikasi, kerja keras, dan pengabdiannya dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Walikota Metro, Bambang Iman Santoso, saat menghadiri peringatan Anniversary ke-7 RS Azizah, yang berlangsung di halaman parkir rumah sakit setempat, Sabtu (24/01/2026).

Dalam sambutannya, Walikota menyampaikan bahwa tujuh tahun perjalanan RS Azizah merupakan bukti nyata dari komitmen seluruh jajaran rumah sakit dalam membangun kepercayaan masyarakat.

“Tujuh tahun perjalanan RS Azizah merupakan bukti nyata dari kerja keras, dedikasi, dan komitmen seluruh jajaran rumah sakit dalam membangun kepercayaan masyarakat,” ujar Bambang.

Walikota menambahkan, dalam kurun waktu tersebut RS Azizah telah tumbuh dan berkembang sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan yang memberikan kontribusi penting bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kota Metro.

Menurutnya, pembangunan sektor kesehatan merupakan salah satu pilar utama dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera.

“Keberadaan rumah sakit seperti RS Azizah menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyediakan pelayanan kesehatan yang berkualitas, terjangkau, dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat,” ucap Bambang.

Pada usia ke-7 ini, Walikota berharap, RS Azizah tidak hanya berkembang dari sisi fisik dan layanan, tetapi juga semakin berperan aktif dalam kegiatan sosial, promotif, dan preventif kesehatan, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas.

Sementara itu, Komisaris I RS Azizah, dr. Hartawan, menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan tokoh agama di sekitar rumah sakit atas dukungan yang telah diberikan sehingga RS Azizah dapat berkembang hingga saat ini.

“Visi kami adalah pelayanan kepada pasien dengan konsep patient center. Kami berkolaborasi bersama Direktur Utama PT Graha Sidah, dalam membangun rumah sakit ini agar memiliki pondasi yang kuat, sehingga Direktur RS Azizah dapat terus melakukan inovasi dan kemajuan demi kepentingan pasien,” jelas dr. Hartawan.

Hartawan berharap, RS Azizah dapat terus berkembang dengan menekankan pelayanan yang baik kepada pasien serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama PT Graha Sidah, Prof. Nurdiono, menyampaikan bahwa selama tujuh tahun perjalanan RS Azizah, pihaknya tetap berprinsip untuk tidak meninggalkan lingkungan sekitar.

Ia berharap keberadaan rumah sakit ini dapat terus berkembang dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar, salah satunya dengan memanfaatkan potensi tenaga kerja lokal.

“Kami berupaya memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan sekitar, kecuali untuk kebutuhan khusus yang memang harus dari luar. Prinsip kami adalah kebersamaan, sehingga keberadaan RS Azizah dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya Kota Metro,” pungkas Nurdiono. | (Rio).

Petenis Yunior Andalan Lampung M. Azka Pradita Pasha Ikuti Seleksi Nasional KU 14

Metro | Pengurus Pusat (PP) Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PELTI) memanggil sejumlah petenis yunior KU 14, guna mengikuti Seleksi Nasional (Seleknas), mulai tanggal 26 Januari sampai dengan 2 Febuari 2026, di Lapangan Tenis Kapten Muslihat GOR Pakansari Kabupaten Bogor.

Berdasarkan surat PP PELTI Nomor 40/B.PP.Pelti/I/2026 tertanggal 21 Januari 2026, yang ditandatangai oleh Sekretaris Jendral PP PELTI Andi Fajar Asti, ada Enam belas pemain yang diundang, dan dua Cadangan.

Salah satu petenis yunior andalan Lampung, M. Azka Pradita Pasha, turut juga dipanggil dan akan bertolak ke Bogor.

Dikatakan Rudi Ws orangtua sekaligus pelatih Azka, yang berasal dari Kota Metro, Azka sudah tidak sabar untuk berlaga di ajang seleknas tersebut dan optimistis bisa mengatasi atmosfer pertandingan di seleknas.

“Persiapan sudah dilakukan, saya optimistis Azka bisa lolos seleksi nasional sehingga membela Indonesia di ajang ITF Asia 14 & Under Development Championship (SA, SEA,EA) pada tanggal 3 – 13 Febuari 2026 di Cambodia dan bisa membanggakan Lampung khususnya Kota Metro,” ucap Rudi, via telpon seluler, Jumat (23/1/2026).

Lebih lanjut, Rudi juga menjelaskan bahwasanya moral bertanding telah mengalami peningkatan, apalagi Azka juga sekarang sedang menimba ilmu tenisnya di Club tenis Zetec Serang (Coach Zaenal).

“Terpenting yakin dan berusaha sekuat tenaga, mohon doanya. Terutama dengan harapan dukungan dari Pelti dan KONI Lampung, karena ini sudah membawa nama Lampung,” pungkas Rudi.

Berikut nama-nama 16 petenis yunior yang ikut seleksi nasional untuk ITF Asia 14 & Under Development Championship (SA, SEA,EA) pada tanggal 3 – 13 Febuari 2026 di Cambodia :

Bunda Literasi Lampung Buka Big Event “Out of the Boox” Gudang Buku Keliling 2026

Lampung – Bunda Literasi Provinsi Lampung Batin Purnama Wulan Sari Mirza membuka Big Event “Out of…

Kominfotik–PPPA Provinsi Lampung Sinergikan Penguatan PUSPAGA

LAMPUNG – Dinas Kominfotik Provinsi Lampung menerima kunjungan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Lampung…

Delapan Desa Jati Agung Sepakat Bergabung ke Bandar Lampung

Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung tengah memproses penyesuaian batas wilayah antara Kota Bandar Lampung dan Kabupaten…

Sekdaprov Lampung Lantik Pejabat Administrator dan Pengawas di Lingkungan Pemprov Lampung

LAMPUNG – Gubernur Lampung diwakili oleh Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan melantik sekaligus mengambil sumpah…

Pemprov Lampung Dorong Peran Jasaboga Perkuat Gizi, Pariwisata, dan Ekonomi Daerah

LAMPUNG – Gubernur Lampung menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak semata-mata berbicara mengenai infrastruktur fisik seperti jalan…

PMI Kota Metro Gelar Musyawarah Kota Tahun 2026

Metro | Upaya memperkuat profesionalisme dan kemandirian organisasi kemanusiaan yang dilakukan PMI Kota Metro melalui gelaran Musyawarah Kota (Muskot) Tahun 2026, di SMK Muhammadiyah 3 Metro, Rabu (21/01/2026).

Dalam sambutannya, Walikota Metro Bambang Iman Santoso saat membuka Muskot menyampaikan apresiasi atas peran PMI Kota Metro di bidang sosial dan kemanusiaan.

“Keberadaan PMI selama ini telah dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, mulai dari pelayanan donor darah, penanggulangan bencana, pelayanan kesehatan, hingga berbagai kegiatan sosial kemanusiaan lainnya,”ucap Bambang

Walikota berharap, Musyawarah Kota ini dapat menghasilkan keputusan-keputusan yang bijaksana, program kerja yang realistis dan berkelanjutan, serta kepengurusan yang solid, berintegritas, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap masyarakat.

Lebih lanjut, Keputusan yang dihasilkan diharapkan mampu membawa PMI Kota Metro menjadi organisasi yang semakin profesional, mandiri, dan dicintai seluruh masyarakat Kota Metro.

Sementara itu, Ketua Pelaksanaan Muskot PMI Kota Metro Bekti menjelaskan, bahwa musyawarah ini merupakan kewajiban organisasi. Setelah masa kepengurusan berakhir, PMI wajib melaksanakan regenerasi melalui forum Musyawarah Kota.

“Rangkaian Musyawarah Kota ini meliputi laporan pertanggungjawaban pengurus, pembahasan rencana strategis PMI ke depan, serta pemilihan ketua dan formatur PMI Kota Metro,” jelas Bekti.

Bekti menambahkan, hingga saat ini baru terdapat satu calon ketua, dimana mekanisme pemilihan dapat dilakukan melalui musyawarah mufakat maupun voting, sesuai ketentuan yang berlaku.

Bekti berharap, ke depan PMI Kota Metro dapat semakin eksis dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat, sejalan dengan peran PMI sebagai organisasi kemanusiaan.|(Rio).

Pemkot Metro Kembali Lakukan Rolling, Empat Pejabat Dipindah Tugaskan

METRO | Empat pejabat di lingkungan Pemkot Metro resmi di-rolling dalam sebuah prosesi pelantikan yang dipimpin langsung oleh Asisten III Setda Kota Metro, Suwandi, dilaksanakan di Kantor BKPSDM setempat, Senin (19/2/2026) sore.

Suwandi menegaskan bahwa Rolling ini disebut sebagai bagian dari penataan organisasi demi meningkatkan efektivitas birokrasi dan kualitas pelayanan publik.

“Rolling ini dalam rangka upaya penataan organisasi, dengan harapan organisasi di lingkungan Pemerintah Kota Metro akan lebih baik lagi. Pelayanan juga lebih baik lagi. Jadi rolling ini karena kebutuhan organisasi,” ucap Suwandi saat dikonfirmasi melalui sambungan Telepon.

Ia juga mengungkapkan bahwa tidak ada arahan khusus dari Walikota terkait dengan rolling pejabat tersebut. Dirinya menegaskan bahwa rolling jabatan tersebut sebagai upaya pemerintah untuk melakukan penyegaran dalam organisasi.

“Tidak ada arahan khusus dari Pak Wali Kota, hanya pelantikan itu saja. Diharapkan para pejabat yang dilantik dapat menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kebutuhan organisasi dan masyarakat,” ujar Suwandi.

Pernyataan tersebut terdengar normatif, sebagaimana sering diucapkan dalam setiap agenda rolling jabatan. Namun publik tentu berharap lebih dari sekadar jargon penataan organisasi dan peningkatan pelayanan yang kerap diulang, tanpa disertai indikator kinerja yang jelas.

Adapun pejabat yang di rolling tersebut yakni Sutikno sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Inspektorat Kota Metro kini mengemban amanah baru sebagai Kepala Bidang Keselamatan, Penerangan Jalan Umum, Sarana dan Prasarana pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Metro.

Kemudian, posisi Sekretaris Inspektorat kini diisi oleh Gunawan, yang sebelumnya justru menjabat pada posisi yang kini dipegang Sutikno.

Sementara itu, Ns. Hendarto yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Direktur Perencanaan, Keuangan, dan Ketatausahaan UPTD RSUD Jenderal Ahmad Yani Dinas Kesehatan Kota Metro, kini dipindahkan menjadi Sekretaris pada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Metro.

Posisi Hendarto sebagai wakil direktur kini digantikan oleh Yulia Candra Sari, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam pada Sekretariat Daerah Kota Metro. | (Arif).

Tanggul Pengaman Sepanjang 11 Kilometer Direncanakan Dibangun Tahun Ini

LAMPUNG – Upaya Pemerintah Provinsi Lampung dalam menangani konflik antara manusia dan satwa liar, khususnya Gajah Sumatera di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), terus diperkuat. Selama setahun terakhir, berbagai langkah mitigasi dilakukan secara lebih intensif guna menekan potensi konflik yang kerap terjadi di wilayah penyangga taman nasional.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, Ir. Yanyan Ruchyansyah, mengatakan salah satu langkah strategis yang tengah dipersiapkan adalah pembangunan tanggul pengaman sepanjang 11 kilometer di Kecamatan Way Jepara, wilayah yang selama ini tercatat sebagai titik konflik manusia–gajah paling sering terjadi.

“Bapak Gubernur Lampung telah mengajukan proposal senilai kurang lebih Rp105 miliar kepada Menteri Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air untuk memfasilitasi pembangunan tanggul pengaman. Kami akan terus melakukan tindak lanjut agar pembangunan ini dapat direalisasikan pada tahun ini,” ujar Yanyan.

Menurutnya, pembangunan tanggul tersebut bertujuan membatasi pergerakan gajah agar tidak keluar dari kawasan TN Way Kambas, sekaligus mengurangi risiko konflik yang membahayakan keselamatan satwa maupun masyarakat sekitar.

“Tanggul pengaman diperlukan untuk menurunkan risiko konflik, baik bagi gajah liar maupun masyarakat yang bermukim di sekitar kawasan taman nasional,” jelasnya.

Yanyan menambahkan, karakter konflik manusia–gajah di setiap wilayah tidak seragam, sehingga strategi mitigasi yang diterapkan pun harus disesuaikan dengan kondisi lapangan. Konflik dapat bersifat ringan dan jarang terjadi, berat dan berulang, hingga sangat parah.

“Karena itu, dibutuhkan desain kombinasi solusi yang tepat di setiap kilometer batas kawasan. Ada lokasi yang perlu tanggul pengaman, ada yang memerlukan pagar kejut listrik, dan ada pula yang cukup dipasangi pagar kawat,” terangnya.

Pembangunan infrastruktur mitigasi konflik ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas patroli dan pengamanan kawasan, sekaligus memperkuat perlindungan habitat gajah di TN Way Kambas.

Selain itu, proyek ini diharapkan dapat mendorong terbangunnya kolaborasi yang lebih erat antara pengelola kawasan dan masyarakat desa penyangga dalam upaya mitigasi konflik satwa liar, sehingga frekuensi konflik manusia–gajah dapat ditekan secara signifikan.

Yanyan juga menegaskan pentingnya dukungan semua pihak mengingat keterbatasan anggaran pemerintah di berbagai tingkatan. Menurutnya, perlu dicari sumber pembiayaan alternatif untuk memastikan pengamanan batas taman nasional dapat dilakukan secara berkelanjutan dan permanen.

“Dengan keterbatasan anggaran yang ada, kita harus bersama-sama mencari solusi pembiayaan jangka panjang. Harapannya, seluruh pihak dapat mendukung agar masyarakat tidak terus menjadi korban dan upaya konservasi tetap berjalan seimbang,” pungkasnya.

Guru Besar Unila: Implementasi Regulasi Jadi Kunci Pemanfaatan Karbon di Kawasan Konservasi Lampung

LAMPUNG — Guru Besar Universitas Lampung (Unila), Prof. Dr. Ir. Sugeng P. Harianto, M.S., menegaskan bahwa belum optimalnya pemanfaatan jasa lingkungan karbon di kawasan konservasi Lampung bukan disebabkan oleh ketiadaan regulasi, melainkan lemahnya implementasi kebijakan di tingkat tapak dan kelembagaan pengelola kawasan.

Menurut Prof. Sugeng, kerangka hukum nasional saat ini justru telah membuka ruang yang sangat jelas bagi pemanfaatan nilai ekonomi karbon (NEK), termasuk di kawasan pelestarian alam seperti Taman Nasional Way Kambas (TNWK) dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), sepanjang dilaksanakan sesuai sistem zonasi dan prinsip konservasi.

“Regulasi kita sudah cukup lengkap. Tantangannya bukan pada aturan, tetapi pada keberanian dan konsistensi implementasi di lapangan,” ujarnya.

Ia merujuk Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 yang menegaskan perdagangan karbon sebagai mekanisme berbasis pasar untuk menurunkan emisi gas rumah kaca melalui jual beli unit karbon. Aturan ini menjadi landasan utama penyelenggaraan NEK sebagai sumber pendanaan alternatif yang sah, termasuk bagi kawasan konservasi.

“Dengan payung hukum ini, kawasan konservasi tidak harus sepenuhnya bergantung pada APBN. Karbon diposisikan sebagai jasa lingkungan yang bernilai ekonomi dan diakui negara, sehingga taman nasional dapat masuk dalam sistem pendanaan iklim nasional,” jelasnya.

Kebijakan tersebut, lanjut Prof. Sugeng, sejalan dengan RPJMN 2025–2029 yang menargetkan sekitar 2,5 juta hektare kawasan hutan konservasi siap implementasi NEK pada 2029. Hal ini juga ditegaskan dalam Renstra Kementerian Kehutanan 2025–2029, yang menempatkan sekuestrasi karbon sebagai salah satu jasa ekosistem utama hutan dengan nilai ekonomi rata-rata tertimbang sekitar USD 1.204 per hektare per tahun.

Dari sisi teknis, Prof. Sugeng menjelaskan bahwa Permen LHK Nomor 21 Tahun 2022 dan Permen LHK Nomor 7 Tahun 2023 telah mengatur tata laksana NEK dan perdagangan karbon sektor kehutanan. Sementara itu, Permenhut Nomor 27 Tahun 2025 secara khusus memberikan dasar hukum pemanfaatan jasa lingkungan karbon di kawasan suaka alam dan kawasan pelestarian alam, termasuk taman nasional, melalui zona atau blok pemanfaatan.

“Perlu diluruskan, perdagangan karbon tidak dilakukan di zona inti taman nasional, tetapi di zona pemanfaatan jasa lingkungan. Prinsip konservasi tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Ia menambahkan, penyesuaian zonasi diperlukan agar kebijakan dapat berjalan operasional tanpa berarti pelepasan kawasan. Proses evaluasi zonasi ini melibatkan akademisi dari Universitas Lampung dan Institut Teknologi Sumatera (Itera), khususnya untuk memperbaiki fungsi zona inti yang telah mengalami degradasi akibat kebakaran hutan dan aktivitas ilegal.

Dalam skema tersebut, Zona Pemanfaatan Jasa Lingkungan Karbon Tipe II (perlindungan) diterapkan dengan pengawasan ketat, fokus pada perlindungan habitat satwa kunci, pengendalian kebakaran, serta pencegahan aktivitas ilegal. Sementara Zona Tipe I (ARR) diarahkan pada penanaman kembali secara intensif guna memulihkan kawasan yang rusak akibat kebakaran berulang.

“Zonasi ini bersifat dinamis dan dapat dievaluasi ulang. Ketika kondisi ekologi pulih, kawasan dapat dikembalikan ke zona semula atau ke zona dengan tingkat perlindungan lebih tinggi,” jelasnya.

Prof. Sugeng menegaskan bahwa pemanfaatan jasa lingkungan karbon harus ditempatkan sebagai instrumen pemulihan ekosistem, bukan eksploitasi sumber daya. Skema ini tidak mengalihkan kepemilikan lahan negara dan tidak berarti menjual kawasan konservasi kepada pihak swasta maupun asing.

Secara spasial, ia menilai potensi karbon di TNWK dan TNBBS sangat strategis. TN Way Kambas memiliki luas sekitar 125.631 hektare, sementara TNBBS mencapai 356.800 hektare yang membentang di Provinsi Lampung, Bengkulu, dan Sumatera Selatan. Dengan tingkat keutuhan ekosistem yang relatif baik, kedua kawasan tersebut berpotensi besar mendukung pencapaian target penurunan emisi nasional.

Dari sisi tata kelola, regulasi terbaru juga membuka ruang pelibatan multipihak, termasuk pengelola kawasan, pemegang izin pemanfaatan jasa lingkungan karbon, serta masyarakat sekitar kawasan melalui skema kemitraan konservasi dan pembagian manfaat yang berkeadilan.

“Bagi masyarakat sekitar TN Way Kambas yang selama ini berhadapan dengan konflik gajah-manusia, maupun masyarakat di sekitar TNBBS yang menghadapi tekanan perambahan dan kemiskinan struktural, skema karbon dapat menjadi insentif ekonomi nyata untuk menjaga hutan,” katanya.

Meski peluang terbuka luas, Prof. Sugeng mengingatkan bahwa keberhasilan sangat bergantung pada penguatan tata kelola, mulai dari kejelasan status dan zonasi kawasan, akurasi penghitungan karbon, sistem Measurement, Reporting, and Verification (MRV) yang kredibel, hingga mekanisme pembagian manfaat yang transparan.

“Regulasi sebenarnya sudah membuka jalan. Tantangan terbesarnya adalah konsistensi dan keberanian dalam implementasi. Jika terus tertunda, Lampung akan kembali kehilangan momentum, dan masyarakat sekitar kawasan tetap berada pada posisi paling rentan,” pungkasnya. (*)

Mohammad Reza Berawi Perkuat Pemahaman Masyarakat Tentang Nilai Pancasila

Lampung – Anggota DPRD Provinsi Lampung, Mohammad Reza Berawi, melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan…

PKS Gelar Laga Persahabatan Mini Soccer Bersama Awak Media Kota Metro

METRO | Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Dr. H. Almuzzammil Yusuf, M.Si., melaksanakan laga persahabatan mini soccer bersama awak media di Kota Metro, Sabtu (17/1/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus wujud komitmen PKS dalam memasyarakatkan olahraga.

Dalam kunjungannya ke Daerah Pemilihan (Dapil) Lampung I, Almuzzammil Yusuf menyampaikan bahwa olahraga telah menjadi program rutin PKS, mulai dari tingkat pusat hingga daerah.

Berbagai cabang olahraga seperti bersepeda, renang, bela diri, hingga sepak bola terus digalakkan sebagai bagian dari gaya hidup sehat kader dan masyarakat.

“Di PKS, salah satu kegiatan pengurus dan kader adalah memasyarakatkan olahraga. Kebetulan hobi saya sepak bola, jadi setiap kunjungan ke daerah, jika memungkinkan, kami selalu mengadakan mini soccer. Selain menyehatkan, ini juga menjadi ruang kebersamaan dengan teman-teman media,” ujar Almuzzammil.

Ia juga menyinggung capaian PKS di bidang olahraga yang telah menembus level internasional. Salah satunya melalui cabang Jujitsu yang berhasil meraih dua medali dalam kejuaraan di Malaysia.

Selain itu, Almuzzammil memberikan pesan kepada kader dan anggota legislatif PKS di Kota Metro agar lebih aktif menyapa masyarakat hingga tingkat kelurahan.

Mengingat wilayah Kota Metro yang relatif mudah dijangkau, ia mendorong kegiatan turun langsung ke warga melalui berbagai agenda sosial dan keagamaan.

“Saya berharap struktur dan anggota dewan PKS bisa lebih sering menyambangi masyarakat di 22 kelurahan, baik dengan bersepeda atau berjalan kaki, melalui kegiatan bansos, pengajian, maupun peringatan hari besar keagamaan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Almuzzammil juga menegaskan komitmen PKS dalam aksi kemanusiaan, khususnya bagi korban bencana alam di sejumlah daerah seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Kami menjaga ritme bantuan selama enam bulan ke depan. Dari Lampung, PKS juga mengirimkan delegasi dengan keterampilan khusus, seperti membuka bengkel motor gratis bagi kendaraan warga yang terendam banjir di Aceh Tamiang,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPD PKS Kota Metro, Hadi Kurniadi, mengatakan bahwa kehadiran Presiden PKS di Metro merupakan bagian dari agenda rutin kunjungan dapil.

Hadi Kurniadi mengungkapkan, bahwa laga persahabatan mini soccer bersama wartawan ini telah digelar sebanyak empat kali di Kota Metro.

“Ini bentuk komitmen kami dalam mendukung perkembangan olahraga di Kota Metro. Sebelumnya kami juga telah menyalurkan bantuan kepada klub sepak bola. Hari ini kami bermain bersama rekan-rekan wartawan untuk mempererat silaturahmi,” ungkap Hadi.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Kota Metro, Roma Doni, turut menyampaikan dukungannya terhadap kemajuan olahraga di Bumi Sai Wawai.

Roma Doni mengapresiasi prestasi Kota Metro yang berhasil meraih peringkat kedua se-Provinsi Lampung pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun lalu.

“Ini menjadi modal awal untuk mendorong prestasi atlet di semua cabang olahraga. Melalui Persikomet, Kota Metro juga sudah berbicara di tingkat nasional, baik tim senior, U-17, maupun sepak bola wanita,” kata Roma Doni.

Terkait peningkatan bonus bagi atlet peraih medali Porprov, Roma Doni menjelaskan bahwa saat ini pemerintah daerah masih fokus pada efisiensi anggaran. Meski demikian, ia menegaskan dukungan terhadap kegiatan olahraga tetap menjadi perhatian.

“Untuk kenaikan bonus saat ini belum ada rencana karena berkaitan dengan efisiensi anggaran daerah. Namun anggaran penyelenggaraan di Dispora tetap kami dorong agar ajang olahraga tetap berjalan maksimal. Kami berharap para atlet terus berjuang, dan pemerintah daerah akan terus mendukung meski dengan keterbatasan anggaran,” pungkas Doni. | (Rio).

DPD Golkar Kota Metro Gelar Rapat Pleno Perdana Kepengurusan Periode 2026–2031

Metro | Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Metro menggelar Rapat Pengurus Pleno perdana usai diterbitkan dan dibagikannya Surat Keputusan (SK) nomor : SKEP O1/DPDPG-1/LPG/I/2026 tanggal 8 Januari 2026 tentang kepengurusan periode 2026–2031, di aula kantor sekretariat Partai Golkar setempat, Sabtu (17/01/26).

Kegiatan berlangsung dengan tertib, demokratis, dan penuh semangat kebersamaan ini menjadi momentum awal konsolidasi partai Golkar Kota Metro untuk menyatukan langkah dan memperkuat kerja-kerja kepartaian ke depan.

Rapat pleno dipimpin langsung oleh Subhan, selaku Ketua DPD Partai Golkar Kota Metro, didampingi Sekretaris Kun Komariyati dan Bendahara M. Rizky Rabbani, dihadiri jajaran pengurus pleno dari berbagai bidang serta Dewan Pertimbangan partai Golkar Kota Metro.

Kehadiran pengurus secara lengkap dan Dewan Pertimbangan mencerminkan soliditas dan kesiapan organisasi dalam menjalankan amanah hasil Musyawarah Daerah (Musda).

Dikatakan dalam arahannya, Subhan menegaskan bahwa rapat pleno ini bukan sekadar agenda formal organisasi, melainkan titik awal penguatan mesin partai secara menyeluruh.

Ia menekankan pentingnya kesatuan visi, disiplin organisasi, dan kerja kolektif seluruh pengurus untuk mengembalikan kejayaan partai Golkar di Kota Metro.

“Rapat pleno ini adalah langkah awal kita menyatukan energi dan persepsi. Setelah SK diterima, tidak ada lagi perbedaan. Semua pengurus harus solid, bekerja terukur, dan langsung bergerak ke masyarakat. Golkar harus hadir dengan program nyata dan bermanfaat,” ujar Subhan.

Ia juga menekankan bahwa seluruh struktur partai, dari tingkat Kota hingga kecamatan dan kelurahan, harus segera melakukan konsolidasi berjenjang.

Menurutnya, kekuatan Golkar terletak pada kerapian organisasi dan kedekatan dengan rakyat, sejalan dengan visi karya dan kekaryaan Partai Golkar.

Lebih lanjut, Subhan juga menyampaikan bahwa rapat pleno menjadi forum strategis untuk menyelaraskan langkah teknis kepengurusan, pembagian tugas, serta penajaman program kerja jangka pendek dan jangka menengah.

“Pleno ini memastikan seluruh pengurus memahami tugas dan tanggung jawabnya masing-masing. Kita ingin kerja partai lebih sistematis, terukur, dan berdampak langsung. Fokus utama kita adalah penguatan struktur, kaderisasi, serta kesiapan Golkar menghadapi agenda politik ke depan, termasuk target besar Pemilu 2029,” pungkas Subhan, yang juga anggota DPRD Kota Metro.

Rapat Pengurus Pleno ini ditutup dengan komitmen bersama seluruh pengurus untuk menjaga soliditas, loyalitas terhadap keputusan partai, serta kesiapan bekerja dalam satu barisan.| (Arif).

Ketua DPRD Lampung Dukung Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen dan Penurunan Kemiskinan

Lampung – Ketua DPRD Provinsi Lampung, Ahmad Giri Akbar, menyatakan dukungannya terhadap ikhtiar Pemerintah Provinsi Lampung dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen, menurunkan angka kemiskinan hingga 5 persen, menyukseskan program makan bergizi gratis, serta mengoptimalkan kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Jumat, (16/1/26)

Menurut Giri, upaya tersebut sejalan dengan misi besar Indonesia Emas 2045 yang harus didukung seluruh pemerintah daerah, termasuk Provinsi Lampung. Ia menegaskan, peran legislatif sangat penting dalam memastikan kebijakan dan program pembangunan berjalan selaras dengan tujuan tersebut.

“Dalam konteks DPRD, seluruh komisi yang bermitra dengan organisasi perangkat daerah (OPD) harus bergerak bersama untuk menyukseskan misi besar ini,” ujar Giri.

Ia menekankan bahwa keberhasilan Indonesia Emas 2045 membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan DPRD Lampung. Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk menanggalkan ego sektoral dan mengedepankan kerja kolaboratif.

“Dengan kebersamaan dan sinergi, target pertumbuhan ekonomi 8 persen dan penurunan kemiskinan hingga 5 persen sangat mungkin dicapai, setidaknya menuju tahun 2029,” katanya optimistis.

Giri mencontohkan program nasional makan bergizi gratis yang dinilai memiliki dampak ganda. Selain meningkatkan kualitas gizi masyarakat, program tersebut juga berpotensi menekan angka kemiskinan apabila melibatkan tenaga kerja dari keluarga prasejahtera.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa target tersebut hanya akan tercapai apabila seluruh kabupaten/kota di Lampung memiliki program yang selaras dengan kebijakan provinsi. Keselarasan itu, menurutnya, akan mempercepat pelaksanaan pembangunan yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Hal itu disampaikan Giri usai mengikuti Kick Off Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 yang dipimpin Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal di Balai Keratun.

Lebih lanjut, Giri memastikan DPRD Lampung siap mengorkestrasi kekuatan legislatif untuk mendukung misi besar tersebut melalui kemitraan yang harmonis antara komisi-komisi DPRD dan OPD terkait, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, pengentasan kemiskinan, dan optimalisasi BUMD.

Terkait kondisi kemiskinan, Giri mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung yang dipaparkan Kepala BPS Lampung Ahmadriswan Nasution. Berdasarkan data tersebut, persentase penduduk miskin Lampung pada September 2024 tercatat sebesar 10,62 persen, turun 0,07 persen poin dibandingkan Maret 2024 dan menurun 0,49 persen poin dibandingkan Maret 2023.

Jumlah penduduk miskin pada September 2024 mencapai 939,30 ribu orang, berkurang 1,9 ribu orang dari Maret 2024 dan menurun 31,37 ribu orang dibandingkan Maret 2023.

Secara rinci, persentase penduduk miskin di wilayah perkotaan tercatat sebesar 7,91 persen, turun 0,27 persen dibandingkan Maret 2024. Sementara itu, persentase penduduk miskin di wilayah perdesaan sebesar 12,04 persen, mengalami kenaikan 0,07 persen dibandingkan Maret 2024.

Progres Listrik PLN Desa Way Terusan 85 Persen Sudah Dicapai, Kini Memasuki Tahap Pematangan

Metro | Upaya menghadirkan akses penerangan listrik PLN bagi masyarakat Desa Way Terusan, Kecamatan Bandar Mataram, Lampung Tengah, kini telah mencapai sekitar 85 persen.

Capaian tersebut menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Tengah dalam memperjuangkan akses penerangan listrik dari PLN.

Hal ini menjadi prioritas utama setelah adanya pertemuan antara pemerintah daerah, masyarakat, dan pihak PLN.

Dikatakan Kepala Bidang Inovasi Balitbangda Lampung Tengah, Dra. Hj. Mardiana, M.M., menyampaikan rasa syukurnya atas progres yang dicapai. koordinasi teknis terkait penyediaan aliran listrik kini telah memasuki tahap pematangan.

“Alhamdulillah, pertemuan antara masyarakat Way Terusan dengan pihak PLN berjalan dengan baik. Secara garis besar, rencana ini sudah tergambarkan hingga 85 persen dan tinggal menunggu realisasi di lapangan,” ungkap Mardiana.

Kemudian, sebagai tindak lanjut, Balitbangda Lampung Tengah akan melaporkan hasil pertemuan tersebut kepada Pemerintah Daerah dan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lampung Tengah pada Selasa mendatang.

Saat ini, tim juga tengah merampungkan masterplan serta melengkapi data pendukung agar pelaksanaan program tidak terkendala secara administratif.

Mardiana menjelaskan, percepatan pembangunan di Desa Way Terusan tidak terlepas dari keberadaan Surat Keputusan Integrated Area Development (IAD) yang telah ditandatangani Bupati Lampung Tengah pada 28 Oktober 2025 lalu sebagai turunan dari Peraturan Presiden (Perpres).

“Dulu pemerintah daerah belum bisa bergerak leluasa membantu masyarakat di sana. Namun, dengan adanya SK IAD, kini tersedia payung hukum bagi pemerintah daerah untuk menyalurkan bantuan, baik melalui APBD maupun APBN,” jelas Mardiana.

Komitmen Pemkab Lampung Tengah melalui skema IAD tidak hanya difokuskan pada penyediaan listrik, tetapi juga mencakup upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

“Pemerintah daerah mendukung penuh implementasi SK IAD ini. Tujuan besar kita adalah mensejahterakan masyarakat. Kami memohon dukungan doa dan kerja sama dari masyarakat Desa Way Terusan agar seluruh proses berjalan lancar dan manfaatnya segera dirasakan,” pungkas Mardiana.

-Diketahui, sejumlah program prioritas yang akan segera ditindaklanjuti meliputi:

-Penerangan: Percepatan pemasangan jaringan listrik oleh PLN

-Kesehatan: Peningkatan fasilitas dan akses layanan kesehatan masyarakat

-Pendidikan: Pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan yang layak

-Kependudukan: Penuntasan administrasi kependudukan bagi seluruh warga. | (Rio).

PLN UP3 Metro Sosialisasi Perluasan Jaringan Hingga Way Terusan

Metro | Penantian panjang ribuan warga Way Terusan, Kecamatan Bandar Mataram, Kabupaten Lampung Tengah, untuk menikmati aliran listrik PLN akhirnya mulai menemui titik terang.

Wilayah yang selama ini belum tersentuh jaringan listrik tersebut kini menjadi prioritas dalam program percepatan perluasan jaringan PLN.

Hal tersebut disampaikan Manager PLN UP3 Metro, Anas Febrian, dalam agenda sosialisasi rencana perluasan jaringan, pihaknya berkomitmen merealisasikan penyambungan listrik ke wilayah tersebut.

Anas Febrian menjelaskan, proses ini merupakan bagian dari upaya PLN menjangkau daerah-daerah terpencil, mengingat lokasi Way Terusan masuk dalam kawasan register, PLN terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait guna percepatan administratif dan fisik.

“Kami tetap optimis untuk percepatan. Koordinasi ini bukan baru dimulai, tetapi sudah berjalan dan akan kami rapatkan kembali hari Selasa depan bersama Bapak Bupati Lampung Tengah,” ucap Anas Febrian di Kantor PLN UP3 Metro. Rabu, (14/1/2025).

Dia menambahkan, menanggapi isu adanya pungutan liar (pungli) sebesar Rp 3,5 juta oleh oknum tertentu, Anas menegaskan bahwa PLN tidak pernah membenarkan hal tersebut.

“Jika ada oknum yang meminta biaya di luar ketentuan, kami minta masyarakat melapor ke pihak berwajib. Sanksi bagi oknum PLN sangat tegas, mulai dari teguran hingga pemberhentian,” ucap Anas.

Anas Febrian mengimbau masyarakat untuk melakukan transaksi resmi melalui aplikasi PLN Mobile.

“Biaya penyambungan, SLO, dan ID sudah ada di aplikasi melalui fitur LSP+. Jadi masyarakat cukup satu aplikasi, bayar di sana,” ucapnya.

Sementara itu, Mardiana, Kabid Balitbangda sekaligus Sekretaris Integrated Area Development (IAD) Lampung Tengah, menyatakan bahwa progres rencana ini sudah mencapai 85 persen.

Dengan terbentuknya IAD menjadi payung hukum yang kuat bagi pemerintah untuk masuk dan membantu masyarakat di wilayah tersebut.

“Selama ini kita berhati-hati karena ada aturan hukum di kawasan tersebut. Namun, dengan adanya SK IAD yang ditandatangani Bupati pada 20 Oktober 2025 lalu sebagai turunan SK Gubernur dan Presiden, kita punya dasar hukum untuk membantu kesejahteraan masyarakat, baik itu listrik, kesehatan, maupun pendidikan,” jelas Mardiana.

Dia menambahkan, pertemuan lanjutan dengan Bupati Lampung Tengah dan Sekda akan segera dilaksanakan untuk mematangkan Master Plan dan dokumen pendukung lainnya.

Sementara itu, Ketua MWC Way Terusan, Suratmin, mengungkapkan rasa syukurnya atas langkah nyata yang diambil oleh PLN dan Pemerintah Daerah. Menurutnya, ada sekitar 5.000 KK yang selama ini hidup tanpa penerangan PLN.

“Pengusulan sudah lama kami ajukan. Sejak kami bergabung dengan tim IAD pada Oktober 2025 lalu, progresnya terasa lebih cepat. Harapan kami hanya satu, listrik bisa secepatnya terealisasi dan dinikmati masyarakat,” harap Suratmin.

Pihak PLN dan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah menargetkan persyaratan administrasi segera terpenuhi agar pengerjaan fisik di lapangan tidak menemui kendala, sehingga Way Terusan segera terbebas dari kegelapan.| (Rio).