Wabup Pesawaran Hadiri Peringatan Isra Mi’raj di Ponpes Al Wujudi, Dihadiri Ribuan Jamaah

Pesawaran – Wakil Bupati Pesawaran, Antonius Muhammad Ali, menghadiri peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang digelar di Pondok Pesantren Al Wujudi, Dusun Cerita Dagang, Desa Way Harong, Kecamatan Way Lima, Sabtu (24/1/2026).

Peringatan hari besar Islam tersebut diikuti sekitar 1.000 jamaah yang berasal dari Desa Way Harong dan daerah sekitarnya. Acara berlangsung khidmat namun tetap semarak dengan penampilan artis nasional Ginanjar dari Grup Lawak Lima Sekawan, serta tausiyah yang disampaikan oleh Ustaz Dadang Mubarok.

Dalam sambutannya, Antonius Muhammad Ali menekankan bahwa peristiwa Isra Mi’raj merupakan pengingat bagi umat Islam untuk terus memperkuat keimanan dan keyakinan kepada Allah SWT. Ia menyampaikan bahwa tidak ada hal yang mustahil bagi Allah SWT, serta mengajak jamaah untuk senantiasa menjaga dan menegakkan shalat sebagai tiang agama.

Pada kesempatan itu, Wakil Bupati juga memohon doa restu dari para jamaah agar dirinya bersama Bupati Pesawaran, Nanda Indira, senantiasa diberikan kesehatan, kemudahan, serta kelancaran dalam mengemban amanah memimpin Kabupaten Pesawaran selama lima tahun ke depan.

Melalui peringatan Isra Mi’raj ini, diharapkan terjalin silaturahmi yang semakin erat antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat, sekaligus menjadi momentum untuk meningkatkan keimanan serta memperkuat persatuan umat.

Pemkab Pesawaran Akan Tindaklanjuti Dugaan Dampak Banjir Pembangunan RS Urip Sumoharjo

PESAWARAN — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesawaran menindaklanjuti fenomena banjir yang diduga berkaitan dengan aktivitas pembangunan Rumah Sakit (RS) Urip Sumoharjo di Kecamatan Gedong Tataan. Sejumlah satuan kerja (satker) dijadwalkan turun langsung ke lapangan guna melakukan pengecekan dan penelusuran dampak lingkungan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pesawaran, Linda Sari, menegaskan bahwa pemerintah daerah telah melakukan koordinasi lintas instansi untuk merespons keluhan masyarakat. Tim terpadu akan melakukan peninjauan lapangan pada Senin (19/1/2026).

“Kami sudah berkoordinasi. Pada Senin nanti tim yang terdiri dari Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas PUPR Perkim, serta Asisten II akan turun langsung melihat kondisi di lapangan. Hasilnya akan kami sampaikan setelah peninjauan,” ujar Linda, Sabtu (17/1/2026).

Pemkab Pesawaran Akan Tindaklanjuti Dugaan Dampak Banjir Pembangunan RS Urip Sumoharjo

Langkah tersebut diambil sebagai bentuk tanggung jawab Pemkab Pesawaran dalam menindaklanjuti laporan warga terkait banjir yang kerap menggenangi permukiman saat hujan turun, khususnya di sekitar lokasi pembangunan rumah sakit.

Linda menyampaikan, meskipun pihak rumah sakit telah mengantongi izin pembangunan, evaluasi terhadap potensi dampak lingkungan tetap diperlukan guna memastikan kesesuaian pelaksanaan dengan dokumen perizinan dan ketentuan yang berlaku.

“Perizinan memang sudah ada, tetapi dampak lingkungan tetap harus dicek di lapangan agar tidak merugikan masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, perwakilan manajemen RS Urip Sumoharjo Gedong Tataan, dr. Arif Rasyid, menegaskan bahwa pihaknya telah melengkapi seluruh perizinan yang dipersyaratkan, termasuk membangun saluran drainase untuk mengantisipasi limpasan air.

“Kami termasuk yang paling lengkap perizinannya di Lampung. Saluran air juga sudah kami bangun, dan jalur lama nantinya akan dibuka kembali,” kata dr. Arif.

Meski demikian, fenomena banjir masih terjadi dan dirasakan oleh warga di sekitar lokasi pembangunan, sehingga memunculkan kekhawatiran akan dampak lingkungan yang ditimbulkan.

Terpisah, politisi senior Lampung Endro S. Yahman menyoroti aspek perizinan dan dokumen lingkungan dalam pembangunan RS Urip Sumoharjo. Ia menekankan pentingnya pemeriksaan menyeluruh terhadap legalitas dan kelengkapan dokumen lingkungan, terutama jika rumah sakit tersebut berstatus tipe A.

“Jika RS Urip Sumoharjo bertipe A, maka wajib dilengkapi dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), yang terdiri dari Kerangka Acuan ANDAL (KA-ANDAL), ANDAL, Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL), dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL). Keempat dokumen itu harus mendapat persetujuan pemerintah sebelum konstruksi dimulai,” tegas Endro.

Menurutnya, dokumen AMDAL merupakan bentuk komitmen pengelola proyek dalam mencegah dan mengelola dampak lingkungan, termasuk potensi banjir dan kemacetan selama proses pembangunan.

“Apabila dokumen tersebut belum disetujui, maka itu merupakan pelanggaran dan kegiatan konstruksi seharusnya dihentikan. Dokumen AMDAL bersifat terbuka dan dapat diakses masyarakat melalui pemerintah daerah, Dinas Lingkungan Hidup, maupun Dinas Kesehatan,” pungkasnya.

(Hendra)

Pembangunan RS Urip Sumoharjo Gedong Tataan Diduga Tak Sesuai SOP, Picu Banjir dan Kemacetan

Pesawaran — Pembangunan Rumah Sakit (RS) Urip Sumoharjo di Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, menuai sorotan tajam dari masyarakat. Proyek yang berdiri di atas lahan persawahan tersebut diduga tidak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) dan tata kelola lingkungan, sehingga memicu banjir serta kemacetan parah di jalur lintas barat Sumatera.

Sejak dimulainya pembangunan, warga sekitar mengaku mulai merasakan dampak signifikan. Area persawahan yang sebelumnya berfungsi sebagai daerah resapan air kini tertutup bangunan, menyebabkan air hujan meluap ke permukiman warga.

“Sejak pembangunan dimulai, air hujan yang sebelumnya terserap oleh sawah kini menggenangi rumah-rumah warga. Setiap hujan turun, kami kebanjiran,” ujar seorang warga setempat, Kamis (15/1/2026).

Pembangunan RS Urip Sumoharjo Gedong Tataan Diduga Tak Sesuai SOP, Picu Banjir dan Kemacetan

Selain banjir, aktivitas proyek juga berdampak pada arus lalu lintas. Genangan air di badan jalan ditambah keluar masuk kendaraan proyek memperparah kemacetan di jalur utama lintas barat Sumatera yang selama ini dikenal padat.

“Banyak warga mengeluh, tapi pengembang terkesan meremehkan dampak yang terjadi. Mungkin karena merasa perusahaan besar, jadi bertindak semena-mena,” ungkap warga dengan nada kecewa.

Warga menilai pengembang lalai dalam merancang sistem drainase yang memadai. Pembangunan fasilitas berskala besar di kawasan padat lalu lintas tanpa perencanaan tata kelola air yang baik dianggap mengabaikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat.

“Selain banjir, kemacetan juga tidak terhindarkan. Aktivitas proyek di jalur lintas barat Sumatera semakin memperparah kondisi lalu lintas,” kata warga lainnya.

Pembangunan RS Urip Sumoharjo Gedong Tataan Diduga Tak Sesuai SOP, Picu Banjir dan Kemacetan

Hasil penelusuran lampung7.com menunjukkan persoalan ini berpotensi masuk ke ranah hukum. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, setiap kegiatan usaha yang menimbulkan kerusakan lingkungan dan merugikan masyarakat dapat dikenai sanksi pidana.

Selain itu, Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang juga mengatur sanksi bagi pembangunan yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang wilayah. Apabila terbukti tidak memiliki izin lingkungan atau melakukan kelalaian, pengembang dapat dikenakan hukuman pidana maupun denda.

Sorotan pada Sungai dan Drainase

Pembangunan RS Urip Sumoharjo Gedong Tataan Diduga Tak Sesuai SOP, Picu Banjir dan Kemacetan

Warga juga menyoroti perubahan alur sungai kecil yang sebelumnya melintasi kawasan lokasi pembangunan rumah sakit. Aliran sungai tersebut dialihkan ke luar area rumah sakit, namun saluran baru yang dibangun dinilai memiliki kapasitas lebih kecil dari sebelumnya.

“Saluran airnya dipersempit dan tidak mampu menampung debit air. Akibatnya air meluap dan memperparah banjir di lingkungan kami,” ungkap warga.

Masyarakat mendesak pemerintah daerah dan pihak pengembang agar segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut. Menurut warga, pembangunan fasilitas kesehatan seharusnya membawa manfaat bagi masyarakat, bukan menimbulkan dampak negatif.

“Rumah sakit memang penting, tapi jangan sampai mengorbankan keselamatan dan kenyamanan warga,” tegasnya.

Warga juga mengungkap kekhawatiran terkait aspek keselamatan kerja di proyek tersebut. Mereka mengaku mendengar adanya pekerja yang mengalami kecelakaan kerja saat pembangunan berlangsung.

“Kami juga mendengar ada pekerja yang sempat jatuh saat bekerja. Keselamatan kerjanya patut dipertanyakan. Pihak pengembang terkesan tertutup dan merasa hebat sendiri,” pungkas warga.

Sementara itu, salah satu perwakilan pembangunan RS Urip Sumoharjo Gedong Tataan, Daljono, belum dapat dikonfirmasi karena tidak berada di tempat saat wartawan mendatangi lokasi.

[Hendra]

Yonif 7 Marinir Panen Melon di Marines 7 Ranch Pesawaran

Pesawaran — Batalyon Infanteri 7 Marinir melaksanakan panen buah melon di kawasan Marines 7 Ranch, Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Lampung, Kamis (15/1/2026). Kegiatan ini berlangsung dengan penuh antusias dan suasana kebersamaan seluruh prajurit.

Panen melon diawali dengan sambutan Komandan Batalyon Infanteri 7 Marinir, Letkol Marinir M. Kristian Widiantoro, M.Tr.Opsla., yang didampingi Ketua Ranting A Jalasenastri Cabang 7 PG Kormar, Ny. Devi M. Kristian. Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan memetik buah melon secara langsung dari tanaman yang telah dibudidayakan.

Kegiatan panen tersebut diikuti oleh para perwira, pengurus Jalasenastri, serta seluruh prajurit Yonif 7 Marinir. Suasana keakraban dan kebersamaan tampak mewarnai seluruh rangkaian kegiatan.

Yonif 7 Marinir Panen Melon di Marines 7 Ranch Pesawaran

Letkol Marinir M. Kristian Widiantoro menyampaikan bahwa panen melon ini merupakan wujud rasa syukur sekaligus bagian dari upaya pengembangan ketahanan pangan satuan. Selain itu, hasil panen diharapkan dapat memberikan manfaat bagi keluarga besar Yonif 7 Marinir.

“Panen buah melon ini dapat dinikmati sebagai bentuk rasa syukur sekaligus mendukung pengembangan dan eksistensi ketahanan pangan oleh seluruh prajurit Yonif 7 Marinir,” ujarnya.

Hasil panen melon tersebut direncanakan untuk dibagikan kepada keluarga besar Yonif 7 Marinir, sekaligus menjadi sarana edukasi serta tambahan asupan vitamin dan nutrisi bagi para prajurit.

[Hendra]

Dorong Ekonomi Pesisir, Wabup Pesawaran Hadiri Ground Breaking Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Durian

Pesawaran — Wakil Bupati Pesawaran Antonius Muhammad Ali menghadiri kegiatan ground breaking Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Durian, Kecamatan Padang Cermin, Selasa (13/1/2026). Kegiatan tersebut menjadi penanda dimulainya pembangunan kawasan terpadu yang ditujukan untuk memperkuat perekonomian masyarakat pesisir.

Dalam kegiatan itu, Wabup Pesawaran didampingi Kepala Dinas Perikanan Zainal Arifin, Camat Padang Cermin Eko Novianto, Kepala Desa Durian beserta jajaran, pengurus Koperasi Desa Merah Putih Desa Durian, serta para nelayan dan masyarakat setempat.

Kampung Nelayan Merah Putih merupakan program terobosan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia yang bertujuan mengoptimalkan pembangunan sektor perikanan sebagai salah satu penggerak utama perekonomian nasional sekaligus penopang ketahanan pangan. Program ini tidak hanya menitikberatkan pada pembangunan fisik kawasan, tetapi juga mendorong transformasi sosial dan ekonomi masyarakat pesisir melalui penguatan kelembagaan, khususnya koperasi nelayan.

Pada tahun 2025, pemerintah menargetkan pembangunan sekitar 100 Kampung Nelayan Merah Putih di seluruh Indonesia. Kabupaten Pesawaran menjadi salah satu dari empat kabupaten di Provinsi Lampung yang terpilih menerima Program Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih Tahap II Tahun 2025.

Penetapan lokasi tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 81 Tahun 2025 tentang Perubahan Kedua atas Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 56 Tahun 2025 mengenai Calon Lokasi Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih Tahap II Tahun 2025.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Antonius Muhammad Ali menyampaikan apresiasi dan dukungannya atas pelaksanaan program tersebut di Kabupaten Pesawaran. Ia menilai Kampung Nelayan Merah Putih sebagai langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan.

Adapun pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Kabupaten Pesawaran berlokasi di Desa Durian, Kecamatan Padang Cermin, di atas lahan milik Pemerintah Kabupaten Pesawaran seluas kurang lebih 1,3 hektare. Di kawasan ini akan dibangun berbagai sarana dan prasarana pendukung sektor perikanan, antara lain shelter pendaratan ikan, shelter cool box, kios perbekalan, bengkel nelayan, kantor pengelola, bangunan pemasaran ikan, IPAL Biotech, serta fasilitas penunjang lainnya.

“Saya berharap melalui Program Kampung Nelayan Merah Putih ini, usaha penangkapan ikan di Kabupaten Pesawaran dapat berkembang secara berkelanjutan, meningkatkan nilai tambah hasil perikanan, serta memperkuat perekonomian masyarakat pesisir,” pungkasnya.

Menapaki Jejak Transmigrasi, Gubernur Jawa Tengah Silaturahmi Bersama Keluarga Transmigran di Desa Bagelen

Pesawaran – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, dengan menyapa langsung keluarga besar transmigran di Desa Bagelen, Kecamatan Gedong Tataan, Rabu (7/1/2026). Kunjungan ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus memperkuat ikatan sejarah transmigrasi antara Jawa Tengah dan Lampung yang telah terjalin sejak masa kolonial.

Kehadiran Gubernur Jawa Tengah ke desa ini menjadi simbol penghormatan atas sejarah panjang para transmigran asal Jawa Tengah yang memutuskan menetap, membangun, dan hidup di Lampung dengan nilai kerja keras dan gotong royong.

Kedatangan Gubernur Ahmad Luthfi disambut langsung oleh Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira B., S.E., M.M., bersama Wakil Bupati Antonius Muhammad Ali, S.H. Turut hadir Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, Wakil Bupati Temanggung Nadia Muna, Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani, jajaran Forkopimda, Kapolres Pesawaran, Dandim 0421/LS, Kejari Pesawaran, Wakil Ketua DPRD Pesawaran, jajaran perangkat daerah, serta keluarga besar transmigran Desa Bagelen.

Dalam sambutannya, Gubernur Ahmad Luthfi mengungkapkan rasa bangga atas peran besar masyarakat Jawa, khususnya Jawa Tengah, dalam membangun Provinsi Lampung.

“Mayoritas masyarakat Lampung bersuku Jawa. Saya ingin melihat langsung bagaimana sejarah mereka di sini, dan ternyata sangat makmur. Keputusan para leluhur untuk menetap dan membangun Lampung adalah sebuah kebanggaan,” ujarnya.

Ia juga berpesan kepada masyarakat perantau agar senantiasa menjaga nilai kearifan lokal dan tetap berbaur sebagai satu kesatuan yang utuh sebagai warga negara Indonesia.

“Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Saya yakin masyarakat Jawa di sini mampu menjaga keharmonisan dan kekeluargaan dengan seluruh lapisan masyarakat,” tambahnya.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian budaya dan sejarah transmigrasi, Gubernur Ahmad Luthfi akan menginstruksikan Bank Jateng untuk menyalurkan bantuan hibah berupa seperangkat alat musik tradisional gamelan yang diharapkan dapat mendukung pelestarian seni budaya dan nilai sejarah di Desa Bagelen.

Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira B. dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang dan apresiasi atas kunjungan kerja Gubernur Jawa Tengah beserta rombongan.

Pemkab Pesawaran merasa bangga dan berbahagia karena Desa Bagelen menjadi salah satu lokasi kunjungan kerja Gubernur Jateng. Bupati Nanda juga mengapresiasi peran masyarakat Desa Bagelen yang dinilai mampu merawat sejarah transmigrasi dengan baik serta berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah.

“Mari kita jaga Desa Bagelen sebagai warisan budaya dan sejarah, tanpa melupakan akar historis yang menjadi identitas kita bersama,” ajaknya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Pesawaran juga mengulas singkat sejarah Desa Bagelen yang bermula pada tahun 1905, ketika pemerintah kolonial Belanda memindahkan penduduk dari Bagelen, Jawa Tengah, ke wilayah Lampung melalui program kolonisasi. Para transmigran membuka hutan, membangun permukiman, dan menata kehidupan baru dengan semangat gotong royong yang hingga kini masih melekat kuat dalam budaya masyarakat setempat.

Bupati berharap, kunjungan ini dapat memperkuat kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Provinsi Lampung, khususnya dengan Kabupaten Pesawaran.

“Kami berharap terjalin kerja sama yang sinergis di berbagai sektor, mulai dari pertanian, seni budaya, pemerintahan, hingga perdagangan, demi kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menjelaskan bahwa kunjungan Gubernur Jawa Tengah ke Lampung bukan sekadar silaturahmi, melainkan bagian dari misi strategis kerja sama antarprovinsi.

Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Lampung menurutnya telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama, termasuk di sektor pariwisata dan sektor lainnya, dengan nilai transaksi yang disepakati mencapai sekitar Rp830 miliar.

Menurut Wagub Jihan, kerja sama tersebut diharapkan menjadi stimulus pembangunan yang berkelanjutan dan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat Lampung.

“Sekitar 60 persen masyarakat Lampung bersuku Jawa. Artinya, masyarakat Jawa, khususnya dari Jawa Tengah, bukan hanya bagian dari sejarah, tetapi juga motor penggerak pembangunan dan peradaban di Lampung,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Ahmad Luthfi juga menggelar sesi dialog bersama warga Desa Bagelen untuk mendengarkan aspirasi serta berbagi pandangan terkait pembangunan dan pelestarian nilai sejarah transmigrasi.

Usai bersilaturahmi, rombongan melanjutkan kunjungan ke Museum Transmigrasi Provinsi Lampung yang berada di Desa Bagelen, Kecamatan Gedong Tataan. Di museum tersebut, Gubernur dan rombongan menyaksikan langsung berbagai koleksi, arsip, foto, dan diorama yang merekam perjalanan panjang sejarah transmigrasi di Indonesia.

Wabup Pesawaran Serahkan Bantuan Bedah Rumah BERKAT Baznas di Desa Bagelen

Pesawaran – Wakil Bupati Pesawaran, Antonius Muhammad Ali, menyerahkan bantuan Bedah Rumah Layak Sehat (BERKAT) yang bersumber dari dana umat yang dikelola Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pesawaran, kepada warga Desa Bagelen, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Senin (29/12/2025).

Bantuan senilai Rp16 juta tersebut disalurkan kepada Muhidin, warga Desa Bagelen, yang dinilai memenuhi kriteria penerima setelah melalui proses survei dan verifikasi oleh Baznas Pesawaran.

Wakil Ketua II Baznas Pesawaran, Endang Zainal Khaidir, menjelaskan bahwa program BERKAT diprioritaskan bagi masyarakat yang berada dalam kondisi mendesak. Seluruh penerima bantuan telah melalui tahapan survei lapangan guna memastikan kelayakan dan urgensi bantuan.

“Alhamdulillah, Baznas dapat membantu warga yang memang berada dalam kondisi darurat. Kami berharap bantuan ini dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya serta mendapat dukungan dari aparat desa agar memberikan manfaat dan keberkahan bagi penerima dan keluarganya,” ujar Endang.

Sementara itu, Napsiah, istri penerima bantuan, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Ia mengungkapkan bahwa rumah yang ditempati keluarganya sebelumnya hanya berupa gubuk yang kondisinya sudah rusak parah.

“Rumah kami hanya gubuk dan dihuni empat orang, saya, suami, dan dua anak. Suami bekerja sebagai pemulung, saya buruh cuci, sedangkan anak bekerja pasang internet. Bantuan ini sangat berarti dan membantu kami,” tutur Napsiah.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Pesawaran menginstruksikan kepada para kepala desa agar menggerakkan perangkat desa dan masyarakat untuk bergotong royong membantu proses pembangunan rumah penerima manfaat.

Menurutnya, program bedah rumah tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan dan kebersamaan masyarakat. Ia menekankan pentingnya semangat gotong royong agar pembangunan rumah dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.

Kepala Desa Bagelen, Merdi Parmanto, turut mengapresiasi perhatian Pemerintah Kabupaten Pesawaran dan Baznas terhadap warganya yang membutuhkan.

Ia menyebut kondisi rumah Muhidin sebelumnya sangat memprihatinkan dan nyaris ambruk. Setelah dilaporkan, pemerintah daerah dan Baznas langsung merespons dengan cepat.

“Kami akan menindaklanjuti bantuan ini dengan mengajak warga bergotong royong agar rumah Pak Muhidin bisa segera dibangun menjadi hunian yang layak,” ujarnya.

Program BERKAT menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Pesawaran bersama Baznas dalam mewujudkan hunian yang layak, sehat, dan manusiawi bagi masyarakat kurang mampu di wilayah Kabupaten Pesawaran.

Bupati Pesawaran Monitoring Penyaluran Bantuan Pangan Pemerintah Periode Oktober–November 2025

Pesawaran — Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira B., S.E., M.M., bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Hendra Sulistianto, S.P., M.M., melakukan monitoring penyaluran Bantuan Pangan Pemerintah (BPP) untuk periode Oktober–November 2025. Kegiatan berlangsung di tiga titik distribusi, yakni Desa Sukarame Kecamatan Punduh Pedada, Desa Kampung Baru Kecamatan Marga Punduh, serta Desa Dantar Kecamatan Padang Cermin, Kamis (27/11/2025).

Pada penyaluran kali ini, setiap penerima manfaat mendapatkan bantuan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. Total penerima BPP di Kabupaten Pesawaran mencapai 43.020 orang.

Adapun rincian penerima bantuan pangan pada tiga kecamatan yang dikunjungi Bupati ialah:

Kecamatan Punduh Pedada — 2.699 PBP

  • Desa Sukarame: 176 penerima

  • Desa Kota Jawa: 146 penerima

  • Desa Rusaba: 78 penerima

Kecamatan Marga Punduh — 1.931 PBP

  • Desa Kampung Baru: 271 penerima

  • Desa Pekon Ampai: 116 penerima

  • Desa Sukajaya Punduh: 174 penerima

Kecamatan Padang Cermin — 2.699 PBP

  • Desa Gayau: 153 penerima

  • Desa Sanggi: 261 penerima

  • Desa Dantar: 259 penerima

Bupati Nanda Indira menyampaikan bahwa program BPP merupakan bentuk intervensi pemerintah melalui Badan Pangan Nasional untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, mengendalikan inflasi, serta memastikan ketahanan pangan masyarakat. Penyaluran dilakukan berdasarkan data by Name by Address (BNBA) yang diteruskan dari Badan Pangan Nasional melalui Bulog kepada pemerintah desa.

Selama proses distribusi, tidak ditemukan hambatan berarti. Meski begitu, beberapa desa menghadapi kendala teknis terkait jaringan telekomunikasi, sehingga petugas melakukan dokumentasi secara offline dan mengirimkan data setelah memasuki area dengan sinyal yang memadai.

Bupati berharap kegiatan monitoring ini dapat memastikan penyaluran bantuan berjalan lebih optimal dan tepat sasaran.

“Pemerintah daerah berkomitmen memastikan bantuan ini diterima masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Kami akan terus memantau pelaksanaannya agar tepat sasaran dan berjalan tanpa kendala,” ujarnya.

Wabup Antonius Muhammad Ali Dikukuhkan Sebagai Ketua ABPEDNAS Kabupaten Pesawaran

Bandar Lampung – Pemerintah Kabupaten Pesawaran kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat tata kelola pemerintahan desa. Hal ini ditandai dengan dikukuhkannya Wakil Bupati Pesawaran, Antonius Muhammad Ali, sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) Kabupaten Pesawaran.

Pelantikan berlangsung di Bukit Mas Resto, Jalan Raden Imba Kusuma, Bandar Lampung, pada Rabu (12/11/2025) sore, bersamaan dengan pengukuhan pengurus DPD dan DPC ABPEDNAS dari seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Lampung.

Turut hadir mendampingi Wabup, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Pesawaran, Nur Asikin, serta sejumlah tamu undangan dari unsur Forkopimda, pemerintah daerah se-Lampung, dan pengurus Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se-Provinsi Lampung.

Pelantikan dilakukan setelah pengukuhan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) ABPEDNAS Provinsi Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, yang kini juga menjabat sebagai Gubernur Lampung. Dalam sambutannya, Gubernur Mirza menegaskan pentingnya peran BPD dalam membangun tata kelola pemerintahan desa yang transparan, partisipatif, dan akuntabel.

“Kami siap bersinergi dengan pemerintah daerah untuk mendorong pembangunan desa yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera. ABPEDNAS menjadi wadah perjuangan aspirasi BPD agar lebih kuat dan solid dalam mengawal kebijakan desa,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Pesawaran Antonius Muhammad Ali yang kini resmi memimpin DPC ABPEDNAS Pesawaran, menyampaikan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi antara lembaga BPD dengan pemerintah daerah.

“ABPEDNAS memiliki peran penting dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat desa serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan. Kami ingin ABPEDNAS Pesawaran menjadi wadah yang aktif dan solutif bagi kemajuan desa-desa di Bumi Andan Jejama,” ungkap Wabup Antonius.

Sebelumnya, Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira B, S.E., M.M. melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) merekomendasikan Wakil Bupati Antonius Muhammad Ali untuk menjabat sebagai Ketua DPC ABPEDNAS Pesawaran. Langkah ini dinilai strategis dalam memperkuat komunikasi dan sinergi antara pemerintah daerah dan BPD di seluruh desa di Kabupaten Pesawaran.

Acara pengukuhan ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Kepengurusan DPD dan DPC ABPEDNAS se-Provinsi Lampung, serta diakhiri dengan doa bersama dan sesi foto.

Dengan terbentuknya kepengurusan baru ini, ABPEDNAS Kabupaten Pesawaran diharapkan dapat menjadi mitra strategis Pemerintah Daerah dalam memperkuat peran Badan Permusyawaratan Desa sebagai lembaga representatif masyarakat desa yang aktif berkontribusi terhadap pembangunan di tingkat lokal.

Pemkab Pesawaran Dorong Pembangunan Kampung Nelayan, Wabup Antonius Lakukan Koordinasi ke Kementerian KKP

Jakarta — Pemerintah Kabupaten Pesawaran terus berupaya mengoptimalkan potensi wilayah pesisir sebagai salah satu sektor unggulan daerah. Dalam rangka memperkuat langkah tersebut, Wakil Bupati Pesawaran Antonius Muhamad Ali melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Jakarta, Senin (10/11/2025).

Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Staf Khusus Menteri KKP Tb. Ardi Januar. Wabup Antonius hadir bersama Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Gerindra, Unru Baso, SM, untuk membahas peluang pembangunan Kampung Nelayan di Kabupaten Pesawaran.

“Alhamdulillah, Kementerian Kelautan dan Perikanan siap mendukung pembangunan kampung nelayan di wilayah pesisir Pesawaran,” ujar Wabup.

Wabup Antonius menerangkan, Pemkab Pesawaran telah mengusulkan lokasi pembangunan kampung nelayan di Desa Durian, Kecamatan Padang Cermin, sebagai kawasan prioritas. Program ini dinilai sejalan dengan arahan pemerintah pusat yang mendorong pengembangan wilayah pesisir secara berkelanjutan.

“Pembangunan kampung nelayan ini merupakan bagian dari program nasional di bawah arahan Presiden Prabowo, yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir,” jelasnya.

Selain sektor pariwisata bahari, Pemerintah Kabupaten Pesawaran juga berkomitmen mengembangkan kawasan pesisir sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat nelayan.

Dengan dukungan Kementerian KKP, diharapkan pembangunan kampung nelayan dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat ketahanan pangan melalui sektor perikanan.

“Pesawaran memiliki potensi laut dan pantai yang luar biasa. Karena itu, kami ingin potensi ini tidak hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga memberi manfaat langsung bagi masyarakat nelayan,” pungkas Wabup Antonius.

Kunjungan Ketua TP PKK Provinsi Lampung di Desa Sukajaya Lempasing Dorong Pemberdayaan Keluarga dan Literasi Masyarakat

Pesawaran – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza bersama jajaran, melakukan kunjungan ke Desa Sukajaya Lempasing, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, pada Selasa (11/11/2025). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari program pencanangan Desa Tapis yang menjadi bagian dari desa binaan TP PKK Provinsi Lampung, sekaligus menjadi percontohan pemberdayaan keluarga dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kedatangan Ketua TP PKK Provinsi Lampung bersama rombongan diawali dengan kunjungan ke PAUD An-Nur di Kecamatan Teluk Pandan, kemudian disambut dengan prosesi pengalungan oleh Bupati Pesawaran Nanda Indira Bastian didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Pesawaran Cindy Aria Anton, serta jajaran pengurus PKK Kabupaten. Suasana semakin semarak dengan penampilan drum band dari siswa-siswi setempat yang menyambut rombongan dengan penuh antusias.

Kegiatan tersebut juga turut dihadiri oleh pejabat struktural dan fungsional dari Pemprov Lampung dan Pemkab Pesawaran, pengurus organisasi mitra seperti Dekranasda, Himpaudi, PMI, Perwosi, Pokja Posyandu, Bunda Literasi se-Kabupaten Pesawaran, para kepala desa dan Ketua TP PKK Desa se-Kecamatan Teluk Pandan, serta masyarakat umum dan kader PKK.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Ketua TP PKK Provinsi Lampung bersama rombongan meninjau berbagai kegiatan pemberdayaan yang menjadi bagian dari implementasi 10 Program Pokok PKK, di antaranya Posyandu Balita, Remaja, dan Lansia, Administrasi PKK, Pemanfaatan lahan pekarangan PKK.

Kemudian Pojok baca dan kegiatan literasi, Keterampilan kader PKK, Kegiatan donor darah dan pelayanan KB, Pameran pengolahan hasil perikanan, serta Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K), UMKM, dan Dekranasda.

Pada kesempatan itu, juga dilakukan penyerahan bantuan antara lain berupa 50 paket sembako, 3 kursi roda, 2 alat bantu dengar, 5 unit mesin jahit untuk kelompok usaha produktif, 100 bibit cabai, 150 paket bingkisan, 100 buku bacaan, serta perlengkapan bagi kegiatan Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA). Selain itu, diserahkan pula bantuan logistik penanggulangan bencana alam kepada masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Kabupaten Pesawaran Cindy Aria Anton menyampaikan rasa terima kasih dan kebanggaannya atas kunjungan kerja Ketua TP PKK Provinsi Lampung. Ia menyebut bahwa PKK hadir untuk memberdayakan keluarga di berbagai bidang seperti kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan pangan, dengan tujuan mewujudkan keluarga yang sejahtera, berbudaya, dan mandiri.

Selama tahun 2025 TP PKK Pesawaran telah melaksanakan berbagai pembinaan, mulai dari UPPKA dan UP2K, pola asuh anak dan remaja, sanitasi berbasis masyarakat, hingga pemanfaatan pekarangan produktif di 11 kecamatan.

Pada kesempatan itu, Cindy juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menunjang keberhasilan program PKK.

“Keberhasilan ini tentu tidak lepas dari dukungan Bupati Pesawaran, Ibu Nanda Indira serta sinergi antara perangkat daerah, mitra kerja, dan masyarakat melalui semangat gotong royong,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira menyoroti peran strategis kader PKK di masa kini yang diharapkan tidak hanya aktif dalam pemberdayaan ekonomi keluarga, tetapi juga peka terhadap persoalan sosial di masyarakat, seperti perundungan (bullying) dan literasi digital.

Bupati menyebut, salah satu persoalan yang masih sering muncul di masyarakat menurutnya perundungan, baik verbal maupun fisik.

Maka dari itu, Bupati Nanda meminta agar kader PKK menjadi sahabat masyarakat, teman bicara, dan pendengar yang baik, serta aktif mengampanyekan gerakan anti perundungan di lingkungan keluarga dan sekolah.

Untuk mendukung program baik ini, kecerdasan literasi di era digital dinilai sangat penting. Sebab, tidak semua informasi yang beredar di media sosial adalah benar.

“Maka, kader PKK harus menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi literasi digital kepada masyarakat agar lebih bijak dalam menerima dan membagikan informasi,” ujar Bupati.

Ketua TP PKK Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas semangat para kader PKK di Pesawaran yang telah menunjukkan komitmen dalam menjalankan program pemberdayaan keluarga.

Batin Wulan juga berharap agar segala bentuk bantuan yang diberikan dapat bermanfaat dan menambah semangat kreativitas ibu-ibu dalam meningkatkan perekonomian keluarga. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk kepedulian dan dukungan pemerintah terhadap upaya peningkatan kesejahteraan keluarga dan pemberdayaan masyarakat.

“Mari bersama-sama menciptakan daerah yang ramah anak, maju, dan masyarakatnya sejahtera. Keberhasilan PKK bergantung pada koordinasi dan sinergi semua unsur agar selaras dengan kebutuhan masyarakat,” tandasnya.

Hari Pahlawan 2025: Bupati Pesawaran Ajak Teladani Nilai Perjuangan dan Pengabdian Pahlawan Bangsa

Pesawaran — Pemerintah Kabupaten Pesawaran menggelar Upacara Peringatan Hari Pahlawan ke-80 Tahun 2025 di Lapangan Pemkab Pesawaran, Senin (10/11/2025). Peringatan hari pahlawan tahun ini mengusung tema “Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan.”

Upacara tersebut diikuti oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pesawaran, Staf Ahli Bupati, para Asisten, Kepala Perangkat Daerah, pejabat administrator dan pengawas, seluruh ASN (PNS dan PPPK), staf THLS, serta jajaran anggota Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kabupaten Pesawaran.

Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira B, S.E.,M.M. bertindak sebagai pembina upacara sekaligus membacakan amanat Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf. Dalam amanatnya, Bupati mengajak seluruh elemen bangsa untuk meneladani nilai-nilai perjuangan dan pengabdian para pahlawan yang telah mengorbankan segalanya demi kemerdekaan Indonesia.

“Hari ini, di bawah langit Indonesia yang merdeka, kita menundukkan kepala penuh hormat mengenang para pahlawan bangsa. Mereka bukan sekadar nama yang terukir di batu nisan, melainkan cahaya yang menerangi jalan kita hingga hari ini,” demikian penggalan amanat yang dibacakan Bupati Pesawaran.

Dalam amanat tersebut, disebutkan tiga nilai utama yang dapat diteladani dari para pahlawan, yakni kesabaran, semangat mengutamakan kepentingan bangsa di atas segalanya, dan pandangan jauh ke depan.

Nilai kesabaran tercermin dari perjuangan para pahlawan yang tidak tergesa-gesa dalam meraih kemerdekaan. Mereka bersabar menempuh ilmu, menyusun strategi, dan membangun kebersamaan di tengah keterbatasan.

Sementara itu, semangat mengutamakan kepentingan bangsa tampak dari ketulusan mereka setelah kemerdekaan diraih. Para pahlawan tidak berebut jabatan atau balasan, melainkan kembali ke rakyat untuk mengajar, membangun, dan mengabdi.

Adapun pandangan jauh ke depan menjadi fondasi perjuangan mereka, karena para pahlawan berjuang bukan hanya untuk diri sendiri, melainkan untuk generasi yang akan datang.

Dalam konteks masa kini, perjuangan tidak lagi dilakukan dengan bambu runcing, melainkan melalui ilmu, empati, dan pengabdian. Namun, semangatnya tetap sama, yakni membela yang lemah, memperjuangkan keadilan, dan memastikan tidak ada satu pun anak bangsa yang tertinggal dalam arus kemajuan.

Semangat perjuangan ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yang menitikberatkan pada penguatan ketahanan nasional, pemerataan pendidikan, penegakan keadilan sosial, serta pembangunan manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya.

Dalam kesempatan itu, turut dibacakan pula pesan-pesan perjuangan pahlawan nasional sebagai bentuk refleksi dan motivasi bagi seluruh peserta upacara agar senantiasa menjaga nilai-nilai kepahlawanan dalam kehidupan sehari-hari.

“Sebagaimana para pahlawan telah memberikan segalanya untuk Indonesia, kini giliran kita menjaga agar api perjuangan itu tidak pernah padam. Dengan bekerja, bergerak, dan berdampak,” ujar Bupati Pesawaran menutup amanatnya.

Perkuat Sinergi Informasi Publik, Diskominfotiksan Pesawaran Terima Kunjungan Audiensi Diskominfo Pringsewu

Pesawaran – Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfotiksan) Kabupaten Pesawaran menerima kunjungan audiensi dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pringsewu.

Bertempat di Ruang Rapat Diskominfotiksan Pesawaran pada Jum’at (31/10/2025), kedatangan Kepala Bidang Informasi, Komunikasi Publik dan Statistik Sektoral Kominfo Pringsewu Sukron bersama jajaran diterima langsung oleh Kepala Bidang Pengelolaan dan Pelayanan Informasi Publik (PPIP) Ihsan Taufiq, didampingi Pejabat Fungsional PPIP Intan Baiduri dan Staff.

Kunjungan tersebut dalam rangka sharing dan koordinasi terkait pelaksanaan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) serta pengelolaan media sosial pemerintah daerah. Kegiatan ini juga bertujuan untuk mempererat silaturahmi serta melakukan studi tiru terkait pelaksanaan PPID dan pengelolaan media sosial di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pesawaran.

Dalam kesempatan tersebut, dilakukan diskusi mengenai strategi peningkatan keterbukaan informasi publik, optimalisasi pelayanan informasi kepada masyarakat, serta pengelolaan konten media sosial pemerintah yang efektif dan informatif.

Melalui kunjungan ini, diharapkan terjalin sinergi dan kolaborasi antar daerah dalam mengembangkan sistem informasi yang lebih terbuka, responsif, dan inovatif. Selain itu, kunjungan ini juga diharapkan dapat menjadi sarana untuk saling bertukar gagasan dan memperkuat peran Dinas Kominfo sebagai garda terdepan dalam penyebarluasan informasi kepada masyarakat.

Ini Pesan Bupati Nanda Indira di Muskab l SMSI Kabupaten Pesawaran

PESAWARAN – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Pesawaran menggelar Musyawarah Kabupaten (Muskab) I dengan tema…

Forum “Ngopi” Jadi Ajang Perkuat Sinergi Pemkab Pesawaran dan Insan Pers sebagai Mitra Pembangunan

PESAWARAN – Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, Pemerintah Kabupaten Pesawaran menggelar forum Ngobrol Penuh Inspirasi (Ngopi) bersama insan pers di Caffe Backland, Desa Bagelen, Kecamatan Gedong Tataan, Rabu (8/10/2025).

Acara yang digagas oleh Dinas Kominfotiksan Pesawaran ini dihadiri langsung oleh Bupati Hj. Nanda Indira B., S.E., M.M., Wakil Bupati Antonius Muhammad Ali, S.H., serta perwakilan 21 organisasi media se-Kabupaten Pesawaran. Forum ini menjadi ruang dialog terbuka antara pemerintah daerah dan media, untuk membangun komunikasi dua arah yang konstruktif dan kolaboratif.

Kepala Dinas Kominfotiksan, Jayadi Yasa, yang juga bertindak sebagai moderator, menjelaskan bahwa kegiatan Ngopi dirancang bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan upaya memperkuat hubungan kemitraan antara pemerintah dan insan pers sebagai mitra strategis pembangunan.

“Media bukan hanya penyampai informasi, tapi juga jembatan aspirasi masyarakat. Karena itu, forum seperti ini penting untuk membuka ruang masukan, kritik, dan gagasan yang membangun,” ujar Jayadi.

Bupati Nanda Indira: Media Adalah Mitra Strategis Pemerintah

Forum “Ngopi” Jadi Ajang Perkuat Sinergi Pemkab Pesawaran dan Insan Pers sebagai Mitra Pembangunan

Dalam forum tersebut, Bupati Nanda Indira memaparkan arah kebijakan 100 hari kerja yang mengusung visi Pesawaran Cerdas, Aman, Kreatif, Efektif, dan Produktif (CAKEP).

Empat fokus utama yang dicanangkan adalah pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan ketahanan pangan. Di sektor infrastruktur, Pemkab Pesawaran menargetkan perbaikan 16 ruas jalan kabupaten dan 74 ruas jalan lingkungan, serta penanganan kawasan rawan bencana dan rehabilitasi kantor pelayanan publik.

Untuk bidang kesehatan dan pendidikan, pemerintah tengah mempercepat pembangunan Rumah Sakit Tipe C di kawasan pesisir, meningkatkan sarana sekolah, serta mengembangkan Puskesmas Rawat Inap agar layanan dasar masyarakat semakin merata.

“Peran media sangat penting untuk menyebarluaskan informasi pembangunan dan meningkatkan partisipasi publik. Kami butuh mitra yang kritis tapi juga solutif,” tegas Bupati Nanda.

Dorong Ketahanan Pangan dan Hidupkan Kembali “Bumi Kakao”

Bupati juga menyoroti sektor ketahanan pangan sebagai prioritas, melalui program kolaborasi antara pemerintah, BUMDes, dan pelaku usaha. Salah satunya dengan pemberian hand tractor hasil kerja sama Pemkab Pesawaran dan PT Pelindo melalui program TJSL.

Selain itu, Pemkab juga tengah melakukan peremajaan 2.000 hektare kebun kakao, demi mengembalikan kejayaan Pesawaran sebagai “Bumi Kakao”.

“Sektor kakao memiliki potensi besar. Melalui hilirisasi produk, kita bisa memberikan nilai tambah bagi petani dan pelaku UMKM,” ujarnya.

Wabup Antonius: Sinergi, Inovasi, dan Pendanaan Kreatif

Sementara itu, Wakil Bupati Antonius Muhammad Ali menegaskan pentingnya strategi pendanaan kreatif di tengah keterbatasan fiskal daerah. Ia menjelaskan bahwa Pemkab aktif melakukan jemput bola ke kementerian pusat untuk memperjuangkan berbagai program, termasuk pembangunan Rumah Sakit Tipe C di pesisir.

“Keterbatasan anggaran bukan alasan berhenti berinovasi. Dengan sinergi pemerintah, pusat, dan insan media, pembangunan Pesawaran akan terus berlanjut,” ujar Antonius.

Ia juga mengapresiasi insan pers yang telah berperan aktif dalam membangun suasana kondusif di daerah.

“Pesawaran tidak akan maju tanpa kebersamaan dan komunikasi yang sehat,” tambahnya.

Forum Santai, Diskusi Serius

Kegiatan Ngopi ditutup dengan sesi diskusi interaktif antara pemerintah daerah dan insan pers. Dalam suasana santai, para jurnalis menyampaikan saran dan pandangan konstruktif terkait transparansi kebijakan, penguatan komunikasi publik, serta tata kelola pemerintahan yang lebih terbuka.

Forum ini diharapkan menjadi agenda rutin sebagai wadah sinergi, kritik membangun, dan inspirasi bersama antara Pemkab Pesawaran dan media — menuju Pesawaran yang lebih CAKEP, berdaya saing, dan kolaboratif.

[Hendra]

RSJD Lampung Didorong Tingkatkan Pelayanan dan Perkuat Komitmen Zona Integritas

PESAWARAN – Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mendorong Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Lampung untuk terus…

Komitmen Janji Kampanye, Wabup Pesawaran Dorong Realisasi Pembangunan RS Pesisir

Jakarta – Wakil Bupati Pesawaran Antonius Muhammad Ali menemui Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, Kamis (11/9), untuk membahas rencana pembangunan rumah sakit baru di wilayah pesisir.

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Nanda Indira sekaligus wujud komitmen pasangan Nanda–Anton dalam merealisasikan janji kampanye menghadirkan layanan kesehatan yang lebih merata.

Antonius menjelaskan, jarak RSUD Pesawaran yang berada di pusat kabupaten kerap menyulitkan masyarakat pesisir, terutama saat membutuhkan pelayanan darurat. “Pembangunan rumah sakit di pesisir adalah kebutuhan mendesak. Kami berharap dukungan penuh pemerintah pusat agar ini segera terwujud,” ujarnya.

Menkes Budi Gunadi menilai usulan tersebut layak secara teknis dan administratif, namun keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi menjadi tantangan utama. “Secara kebutuhan, ini prioritas. Tinggal bagaimana mencari solusi pendanaan agar bisa segera direalisasikan,” katanya.

Pemkab Pesawaran bersama Kementerian Kesehatan sepakat terus berkoordinasi untuk menemukan skema pendanaan terbaik. Kehadiran rumah sakit pesisir diharapkan segera terwujud sebagai bukti nyata pemenuhan janji kampanye Nanda Indira–Antonius Muhammad Ali. [Hendra]

Wabup Pesawaran Ajukan Bantuan Mobil Damkar ke Pemprov DKI Jakarta

Jakarta – Wakil Bupati Pesawaran, Antonius Muhammad Ali, mengunjungi Gedung DPRD Provinsi DKI Jakarta untuk bertemu dengan Wakil Ketua I DPRD DKI, Ima Mahdiah, pada Kamis (11/9). Kunjungan ini membahas peluang kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Pesawaran dan Pemprov DKI Jakarta di berbagai sektor strategis.

Dalam pertemuan tersebut, Antonius menyoroti pentingnya peningkatan pelayanan publik dan pembangunan daerah, termasuk peningkatan kapasitas aparatur pemerintah. Ia juga secara khusus mengajukan permohonan hibah mobil pemadam kebakaran (Damkar) dari Pemprov DKI.

“Armada Damkar kami saat ini masih sangat terbatas. Padahal, kami melayani 11 kecamatan dengan risiko kebakaran yang cukup tinggi. Jika ada tambahan unit dari DKI Jakarta, tentu sangat membantu dalam merespons kejadian darurat lebih cepat,” ujar Antonius.

Menanggapi hal itu, Ima Mahdiah menyambut baik komunikasi yang dibangun dengan Pemkab Pesawaran. Ia menyatakan akan menindaklanjuti usulan tersebut sesuai dengan prosedur dan mekanisme yang berlaku di lingkungan Pemprov DKI.

Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antarpemerintah daerah. Diharapkan, kerja sama ini tak hanya berhenti pada pengadaan armada Damkar, tetapi juga mencakup sektor-sektor lain seperti penanggulangan bencana, pembangunan infrastruktur, dan pengembangan SDM.

Pemkab Pesawaran Rampungkan Dua Ruas Jalan Strategis, Ekonomi Warga Kian Bergairah

Pesawaran – Pemerintah Kabupaten Pesawaran menuntaskan peningkatan dua ruas jalan strategis di Kecamatan Negeri Katon. Bupati Hj. Nanda Indira B., S.E., M.M. bersama Wakil Bupati Antonius Muhammad Ali, S.H. turun langsung meninjau hasil pembangunan pada Senin (8/9/2025).

Dua ruas jalan yang selesai dibangun yakni Jalan Lumbirejo–Trisnomaju dan Jalan Negarasaka–Kresnowidodo. Pada Ruas Negarasaka–Kresnowidodo, pembangunan meliputi pengaspalan hotmix sepanjang 1.239 meter, rigid 850 meter, talud 1.339 meter, serta siring 1.369 meter. Sementara di Ruas Lumbirejo–Trisnomaju, pekerjaan mencakup pengaspalan 638 meter, rabat beton, bahu jalan 600 meter di kedua sisi, dan marka jalan sepanjang 600 meter.

Bupati Nanda Indira menegaskan, perbaikan infrastruktur jalan menjadi prioritas pemerintah daerah karena berperan penting sebagai jalur penghubung antarwilayah sekaligus penopang perekonomian masyarakat. Ia juga mengingatkan warga untuk menjaga fasilitas yang telah dibangun.

“Mohon dijaga bersama. Jika ada kendaraan yang melebihi kapasitas, kepala desa bersama aparat bisa memberikan pengertian kepada pemiliknya. Untuk titik lain, pembangunan akan dilaksanakan secara bertahap sesuai prioritas dan ketersediaan anggaran,” ujarnya.

Pembangunan jalan ini mendapat sambutan positif dari warga. Ibu Ani, pedagang buah di sepanjang jalur tersebut, mengaku dagangannya semakin laris sejak akses jalan diperbaiki. “Alhamdulillah, sekarang jalan sudah bagus, banyak yang lewat. Dagangan saya jelas lebih ramai dibanding sebelumnya,” katanya.

Dengan rampungnya peningkatan dua ruas jalan ini, Pemkab Pesawaran berharap konektivitas antarwilayah semakin lancar dan roda ekonomi warga semakin tumbuh di Bumi Andan Jejama.

Bupati Pesawaran Serahkan Bantuan Handtractor untuk BUMDes Mekar Sari

Pesawaran – Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira B., S.E., M.M. menyerahkan satu unit handtractor kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mekar Sari, Desa Halangan Ratu, Kecamatan Negeri Katon, Senin (8/9/2025).

Bantuan yang berasal dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Pelindo Regional 2 Panjang tersebut disaksikan oleh Wakil Bupati Antonius Muhammad Ali, S.H., Asisten Ekobang, anggota DPRD Pesawaran, perangkat daerah, serta jajaran Pemerintah Desa Halangan Ratu.

Dalam sambutannya, Bupati Nanda Indira berharap bantuan ini dapat mempermudah petani dalam mengolah lahan sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat menjadi kunci untuk mendorong pembangunan Pesawaran.

“Semoga bantuan ini bermanfaat bagi petani dan mampu menambah hasil produksi pertanian. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, dukungan berbagai pihak sangat dibutuhkan agar pembangunan berjalan optimal,” ujarnya.

Kepala Desa Halangan Ratu, Zainal, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diterima. Ia menegaskan bahwa handtractor akan sangat membantu warga, mengingat sebagian besar masyarakat desa berprofesi sebagai petani.

“Kami juga terus berupaya meningkatkan hasil tani, salah satunya dengan pembangunan sumur bor untuk pengairan. Dengan adanya handtractor ini, kami optimistis produktivitas pertanian akan semakin meningkat,” jelasnya.