Lompat ke konten
FK Unila Terima Penghargaan dalam Perayaan Dies Natalis ke-21

FK Unila Terima Penghargaan dalam Perayaan Dies Natalis ke-21

(Unila): Rektor Universitas Lampung (Unila) Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., mengapresiasi pencapaian prestasi dan kontribusi yang diraih fakultas termuda di Unila, yakni fakultas kedokteran yang telah mampu mengharumkan nama Unila baik di tingkat nasional maupun internasional.

Demikian disampaikan Prof. Lusmeilia Afriani saat memberi sambutan pada Rapat Senat Terbuka Dies Natalis ke-21 Fakultas Kedokteran (FK) Unila, di Aula Gedung D lantai dua FK Unila, pada Selasa, 7 November 2023.

Prof. Lusmeilia Afriani juga menyatakan niat Unila untuk terus mendukung kesehatan masyarakat Lampung dengan merencanakan penambahan sejumlah program studi (prodi) di fakultas kedokteran.

Beberapa prodi baru yang diusulkan antara lain Prodi Pendidikan Dokter Spesialis Obgyn, Prodi Pendidikan Dokter Spesialis Anestesi, Prodi Pendidikan Dokter Spesialis Anak, Prodi Magister Farmasi, Prodi Profesi Apoteker, dan Prodi Sarjana Gizi.

Pada momen puncak perayaan dies natalis ini, Dr. dr. Evi Kurniaty S.Ked., M.Sc., selaku Dekan FK Unila memberikan piagam penghargaan kepada sivitas akademika FK Unila yang meraih prestasi akademik dan nonakademik.

Dalam pidatonya, Dr. Evi mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras untuk mencapai target kinerja FK Unila dalam kurun waktu Oktober 2022 hingga Oktober 2023 melalui delapan indikator kinerja utama (IKU).

Hasil kerja keras tersebut telah mengantarkan Prodi Farmasi FK Unila sebagai salah satu dari lima program studi bidang saintek terbaik dengan persentase kelulusan tepat waktu terbesar. Pada peringatan dies natalis ke-21, FK Unila mengusung tema “Power of Incredible Rove and Touching Enthusiastic Soul (PIRATES)”.

Tema ini, menurut Dr. dr. Evi Kurniaty mencerminkan semangat keberanian, solidaritas, kerja keras, dan keteguhan mempertahankan kapal lautnya agar tetap kokoh di tengah terjangan gelombang lautan kehidupan.

Rapat Luar Biasa Senat Dies Natalis ke-21 Fakultas Kedokteran Unila ini dibuka langsung Prof. Dr. dr. Asep Sukohar, M.Kes. selaku Ketua Senat, serta dihadiri Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, S.Si., M.T., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dr. Anna Gustina Zainal, S.Sos., M.Si., para dekan dan wakil dekan, serta kepala biro di lingkungan Unila.

Kegiatan juga dihadiri Kepala Dinkes Provinsi Lampung dan kepala Dinkes kabupaten/kota, Ketua IDI Provinsi dan Kota Bandar Lampung, Ketua IAKMI Provinsi Lampung, Ketua Pengda IAI provinsi Lampung, direktur dan para wakil direktur RSUAM, Direktur RSP Satelit dan Asimilasi FK Unila, pimpinan puskesmas dan klinik, FKM, dan farmasi dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. [Imam Gunawan]

The post FK Unila Terima Penghargaan dalam Perayaan Dies Natalis ke-21 appeared first on Universitas Lampung.

Ivanna, Alumnus Unila Mengajar Bahasa Indonesia di Harvard

(Unila): Menjadi mahasiswa di Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) merupakan bagian dari mimpi Ivanna Zakiyah sejak SMA.

Ia berhasil lolos pada pilihan pertama Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun 2014, di Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. “Aku ingin jadi guru, jadi sejak kelas sepuluh sudah tahu ingin kuliah jurusan apa,” katanya.

Ivanna mengaku selama menjadi mahasiswa Unila, setiap kelas yang ia ikuti sangat membantunya belajar lebih banyak tentang metode mengajar dengan baik.

Namun, momen paling berkesan baginya yakni saat menjalani program Pre-Service Student Teacher Exchange in Southeast Asia atau yang dikenal dengan SEA Teacher ke Filipina pada tahun 2018 silam.

Program yang berlangsung selama satu bulan ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melihat kelas bahasa Inggris di Filipina, serta mempelajari sistem pembelajaran dan budaya Filipina.

Ketertarikan Ivanna pada dunia pendidikan tak berhenti di sana. Ia bersama teman sejawatnya menginisiasi ide mendirikan kursus bahasa Inggris @withenglish.id. Lembaga kursus ini bertujuan memenuhi kebutuhan belajar bahasa Inggris yang efektif dan menyenangkan bagi orang Indonesia, khususnya di Lampung.

“Dari ide ini aku berharap dapat membantu lebih banyak orang meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris untuk segala usia dan latar belakang,” ujarnya.

Perempuan dengan motto hidup “never stop learning” ini juga sekarang sedang menjalani program Fulbright Foreign Language Teaching Assistant (FLTA), di Harvard University.

Awalnya, ia mendengar program FLTA dari teman, sosial media, dan pameran EducationUSA di Jakarta, yang kemudian memotivasinya untuk mendaftarkan diri.

“Program ini sesuai latar belajar aku sebagai guru bahasa dan aku ingin merasakan mengajar Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) di Universitas Amerika Serikat,” katanya.

Persiapan dilakukan selama tiga bulan, dimulai dari menyiapkan TOEFL ITP, tiga esai, surat rekomendasi, dan berbagai dokumen pelengkap lain.

Setelah itu Ivanna harus melalui tahap wawancara, tes TEOFL IBT di Jakarta yang biayanya ditanggung pihak Fullbright, dilanjutkan pencocokan kampus, orientasi pra-keberangkatan, pengurusan visa, hingga akhirnya ia berangkat Agustus 2023.

Menjalani program FLTA merupakan pengalaman berharga bagi Ivanna. Ia berkesempatan mengajar mahasiswa asing yang ternyata sangat antusias terhadap pengetahuan ilmu budaya Indonesia.

Tentu hal ini membuat Ivanna menjadi semakin semangat mengajar dan membuatnya tumbuh menjadi pengajar yang lebih baik setiap harinya.

Selama menjadi pengajar bahasa Indonesia di Harvard, ia aktif mengajak mahasiswa berdiskusi tentang budaya Indonesia dan menghadiri acara-acara Indonesia, seperti Indo Food Festival di Boston.

Lingkungan di Harvard dinilainya sangat profesional serta banyak kegiatan kampus yang berfokus pada pengambangan diri dengan pendekatan yang interaktif dan berfokus pada diskusi.

Ivanna mengatakan, program FLTA telah memberi kontribusi berharga dalam perkembangan kariernya, terutama dalam bidang pendidikan dan bahasa, serta perluasan jaringan internasional.

“Selain itu, aku mendapat kesempatan untuk mengaudit kelas di Harvard, yang membantu aku mempersiapkan diri untuk melanjutkan pendidikan di masa depan,” tambahnya.

Ivanna juga berencana untuk terus berkontribusi dalam bidang pendidikan dan bahasa dengan mengembangkan lebih banyak program pendidikan bahasa atau proyek yang mendukung perkembangan kemampuan berbahasa lewat WITH English atau universitas di Indonesia.

Ia berpesan kepada para mahasiswa yang memiliki cita-cita untuk mengejar karier atau mencari pengalaman belajar di luar negeri untuk terus bersemangat mengejar mimpi dan jangan ragu mencari peluang.

“Setiap individu memiliki ciri khasnya sendiri. Tugas kita adalah menemukan keunikan tersebut dan mengomunikasikannya dengan baik dalam esai motivasi,” pungkasnya. [Magang_Laula Khairun Nisa]

The post Ivanna, Alumnus Unila Mengajar Bahasa Indonesia di Harvard appeared first on Universitas Lampung.