Babinsa Koramil 410-03/TBB Bantu Membagikan Beras Kepada Warga Kelurahan Sukarame 2
LAMPUNG7COM – Bandar Lampung | Demi menjaga kondusifitas wilayah binaan, Babinsa Koramil 410-03/TBB, Kelurahan Sukarame…
LAMPUNG7COM – Bandar Lampung | Demi menjaga kondusifitas wilayah binaan, Babinsa Koramil 410-03/TBB, Kelurahan Sukarame…
LAMPUNG7COM | Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung, Mingrum Gumay SH.,MH, menghadiri acara…
LAMPUNG7COM | Tujuh orang petani yang sempat diamankan saat terjadi kericuhan proses pengolahan lahan PT…
LAMPUNG7COM – Metro | DPRD Kota Metro Gelar Sidang Paripurna membahas Kebijakan Umum Anggaran Serta…
(Unila): Muhammad Akbar, mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Lampung (Unila) menjalani magang di PT. Pintar Pemenang Asia, perusahaan yang berlokasi di Jakarta Pusat, DKI Jakarta.
Magang ini merupakan bagian dari Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) batch lima sekaligus sebagai bagian dari Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang dicanangkan Kementerian Pendidikan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek).
Mendapatkan pengalaman langsung sebagai pekerja dan memahami budaya kerja di suatu perusahaan menjadi salah satu alasan kuat Akbar memilih program MSIB.
“Program ini memungkinkan mahasiswa seperti saya untuk belajar di perusahaan tempat mereka akan magang, membantu meningkatkan keterampilan kerja, dan memberikan pemahaman lebih baik tentang pekerjaan yang dijalani di dunia nyata,” ujarnya.
Proses seleksi melibatkan pengiriman berkas seperti CV, SPTJM, surat rekomendasi, dan sertifikat pendukung. Setelah berhasil melengkapi semua dokumen yang diperlukan, Akbar mendaftar calon magang di 22 mitra MSIB.
“Saya menjalani proses seleksi dengan tekad yang kuat, termasuk tahap asesmen, wawancara, dan focus group discussion. Hasilnya, saya berhasil menerima tawaran magang di PT. Pintar Pemenang Asia selama lima bulan,” katanya.
Selama program magang ini, Akbar menempati posisi sebagai partner solutions intern di perusahaan Pintar, dengan fokus pada bidang prakerja.
Ia terlibat dalam verifikasi dan pelaporan terkait dengan lembaga pembelajaran yang bekerja sama dengan Pintar. Selain itu, Akbar aktif dalam pertemuan mingguan untuk mengevaluasi dan mengoordinasikan pekerjaan tim.
Akbar menjelaskan, motivasinya untuk mengikuti program ini tak lain untuk meningkatkan pengalaman di dunia profesional, memperluas jaringan, dan mengembangkan keterampilan berkomunikasi, serta kemampuan berpikir kritis yang telah diperoleh melalui berbagai pengalaman organisasi.
Selama program magang, Akbar memperoleh pengetahuan baru tentang proses kerja di perusahaan dan berhasil membangun hubungan dengan sesama mahasiswa dari berbagai universitas.
Setelah menyelesaikan program ini, Akbar berharap pengalaman dan keterampilan yang ia peroleh akan menjadi batu loncatan berharga dalam kariernya di dunia profesional. [Magang_Zukhruffina Wilda Brilliant]
The post Muhammad Akbar, Pahami Budaya Perusahaan Lewat MSIB appeared first on Universitas Lampung.
(Unila): Berkesempatan menjadi mitra guru selama satu semester, Diah Widianingsih mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Lampung (Unila) berhasil lolos seleksi program Kampus Mengajar, Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) 2023/2024.
Kampus mengajar merupakan salah satu program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang memberikan kesempatan bagi seluruh mahasiswa perguruan tinggi di Indonesia untuk belajar di luar kampus selama satu semester.
Hal itu bertujuan untuk melatih kemampuan menyelesaikan permasalahan yang kompleks dengan menjadi mitra guru untuk berinovasi dalam pembelajaran.
Mahasiswi PGSD angkatan 2021 ini berkesempatan untuk mengikuti program kampus mengajar di SD Negeri 4 Merbau Mataram, Lampung Selatan. Diah termotivasi mengikuti program ini karena ingin mendapatkan pengalaman kerja nyata sebagai seorang guru.
“Kesempatan tidak datang dua kali. Saya ingin berbagi pengetahuan dan pengalaman selama kuliah serta ingin menginspirasi peserta didik agar dapat melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi,” ujarnya.
Tak hanya itu, melalui program ini Diah bermaksud ingin melatih emotional intelegence dan mendapatkan nilai-nilai pengalaman berharga yang tidak ia dapatkan di bangku perkuliahan.
Beberapa persyaratan sebelum Diah resmi diterima pada program Kampus Mengajar batch enam ini di antaranya mengisi data dan berkas-berkas yang diperlukan, kemudian mengikuti tes wajib, yaitu tes survei kebinekaan.
Rutinitas Diah cukup padat selama mengikuti program yang berlangsung empat bulan ini. Salah satunya menyusun program kerja bersama dengan rekan satu timnya baik secara berkelompok maupun individu.
Selanjutnya Diah dan tim melakukan pretes literasi dan numerasi serta asistensi mengajar, khususnya mengajar siswa di jenjang kelas lima.
Selain itu, ia juga melaksanakan program kerja yang sudah dibuat dan disetujui guru ataupun kepala sekolah, salah satunya ecoprint.
Dengan mengikuti program Kampus Mengajar, Diah mendapatkan pengalaman berharga sebagai seorang mahasiswa yang berlatar belakang studi kependidikan untuk berkolaborasi menjadi mitra guru secara nyata.
Dirinya berkesempatan untuk menambah keterampilan mengajar, meningkatkan keterampilan berkomunikasi, serta menyalurkan ilmu yang dipelajari semasa di bangku perkuliahan kepada peserta didik secara langsung.
Diah berharap literasi dan numerasi peserta didik di sekolah tempat ia menjalani program Kampus Mengajar dapat meningkat, serta peserta didik memiliki motivasi tinggi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya. [Magang_Christina Febiola Sinaga]
The post Salurkan Ilmu Pendidikan Lewat Kampus Mengajar appeared first on Universitas Lampung.