Cegah Hipertensi untuk Lampung Sehat, Maju Sejahtera

IMG_9933_resized_1LAMPUNG7COM, Bandar Lampung – Prevalensi Penyakit Tidak Menular (PTM) berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, hipertensi pada penduduk usia 18 tahun ke atas di Indonesia adalah sebesar 25,8%, penyakit jantung koroner (PJK) penduduk usia 18 tahun ke atas 1,5%, gagal jantung 0,3%, gagal ginjal kronis 0,2%, batu ginjal 0,6%, rematik 24,7%, stroke 12,1%, cedera semua umur 8,2%, asma 4,5%. Kemudian penyakit paru obstruksi kronis (PPOK) penduduk usia 30 tahun ke atas 3,8%, kanker 1,8%, dan diabetes mellitus 2,1%. Hipertiroid pada penduduk usia 15 tahun ke atas berdasarkan diagnosa 0,4% dan cedera akibat transportasi darat net 47,7%.

Humas Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Dr. Asih Hendrastuti, M.Kes, Jumat (15/5/2015), melalui Pres rilisnya yang disampaikan melalui email. Pada Tahun 2030, diperkirakan berbagai penyakit tidak menular akan mengakibatkan kematian mencapai 70%. Sedangkan untuk kasus hipertensi, proporsi penduduk di Provinsi Lampung pada penduduk usia 15 tahun ke atas yang melakukan pemeriksaan tekanan darah pada tahun 2014 lalu masih sangat rendah, hanya 0,11%.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Dr. Hj. Reihana, M. Kes, saat menyampaikan perkembangan penyakit Hipertensi di Lampung menerangkan bahwa, saat ini hipertensi telah menduduki peringkat ke-3 dari 10 penyakit terbanyak pada pasien rawat jalan di Puskesmas. Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu keadaan, dimana tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg (Joint National Committe on Prevention Detection, Evaluation, and Treatment of High Pressure VII/ JNC-VII, 2003). Akan tetapi tidak semua penderita hipertensi mengenali atau merasakan keluhan maupun gejala, sehingga hipertensi sering dijuluki sebagai pembunuh diam-diam (silent killer).

“Biasanya saat di anamnesa, penderita hipertensi memberikan keluhan-keluhan yang tidak spesifik seperti sakit kepala, gelisah, jantung berdebar-debar, pusing, penglihatan kabur, rasa sakit di dada, mudah lelah, dan lain-lain,” tutur Reihana. Lebih lanjut dijelaskannya, gejala akibat komplikasi hipertensi yang mungkin dijumpai adalah gangguan jantung, gangguan ginjal, gangguan penglihatan, gangguan saraf, dan gangguan serebral (otak) yang mengakibatkan kejang, perdarahan pembuluh darah otak yang mengakibatkan kelumpuhan, gangguan kesadaran hingga koma.

“Yang sangat memprihatinkan masih banyak sekali penderita hipertensi yang tidak memeriksakan dirinya ke dokter atau tenaga kesehatan lainnya, dan juga tidak meminum obatnya secara rutin. Padahal kasus hipertensi yang berlangsung dalam jangka waktu lama, tidak dideteksi secara dini, dan mendapat pengobatan yang tidak memadai dapat menimbulkan kerusakan pada ginjal/gagal ginjal, penyakit jantung koroner dan otak yang menyebabkan stroke,” pungkasnya.

Dr. Asih Hendrastuti M.Kes selaku Humas Dinkes Provinsi Lampung juga menambahkan, “Oleh sebab itu kami juga gencar mensosialisasikan ‘CERDIK’ untuk mencegah. Caranya dengan melakukan cek kesehatan secara rutin, hindari asap rokok dan polusi udara lainnya, rajin aktifitas fisik, diet sehat, istirahat cukup, dan kendalikan stress.”

Adapun makanan yang harus dihindari atau dibatasi oleh penderita hipertensi adalah:

  1. Asupan garam lebih dari ¼ – ½ sendok teh (lebih dari 6 gram/hari).
  2. Makanan yang berkadar lemak jenuh tinggi (otak, ginjal, paru, minyak kelapa,
    gajih).
  3. Makanan yang diolah dengan menggunakan garam natrium (biskuit, keripik, makanan siap saji dan makanan kering yang asin).
  4. Makanan dan minuman dalam kaleng (sarden, sosis, korned, sayuran serta buah-buahan dalam kaleng, soft drink).
  5. Makanan yang diawetkan (dendeng, asinan sayur/buah, abon, ikan asin, pindang, udang kering, telur asin, selai kacang).
  6. Susu full cream, mentega, margarine, keju mayonnaise, serta sumber protein hewani yang tinggi kolesterol seperti daging merah (sapi/kambing), kuning telur, kulit ayam.
  7. Bumbu-bumbu seperti kecap, maggi, terasi, saus tomat, saus sambal, tauco serta bumbu penyedap lain yang pada umumnya mengandung garam natrium.
  8. Alkohol dan makanan yang mengandung alkohol seperti durian, tape.

“JKN juga melayani skrining kesehatan untuk mendeteksi penyakit hipertensi yang dapat di akses di seluruh puskesmas, obat-obatannya juga dapat diperoleh di puskesmas tempat anda terdaftar.” Terang Dr. Asih. [Sumara]

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.