Satgas RAFI Resmi Ditutup, Begini Kondisi BBM hingga Listrik Selama Lebaran 2024

Satgas RAFI Resmi Ditutup, Begini Kondisi BBM hingga Listrik Selama Lebaran

Satuan Tugas Ramadan dan Idul Fitri (Satgas RAFI) dan Posko Nasional Sektor ESDM 1445 H/2024 mencatat lonjakan konsumsi penyaluran BBM, LPG, gas bumi, dan listrik selama periode arus mudik dan balik Lebaran 2024.

Kepala BPH Migas, Erika Retnowati, mengatakan selama masa Posko RAFI pada 3 April sampai 19 April 2024, kondisi ketersediaan BBM dan penyaluran BBM secara umum dalam kondisi aman.

Erika menuturkan, Pertamina menyiagakan 115 Terminal BBM, 7.400 SPBU, dan 71 DPPU. Sementara PT AKR Corporindo Tbk menyiagakan 108 Penyalur, PT Aneka Pertroindo Raya (BP-AKR) menyiagakan 51 SPBU.

Kemudian, PT Exxonmobil Lubricants Indonesia menyiagakan 2.695 Microsite, PT Shell Indonesia Menyiagakan 215 SPBU, dan PT Vivo Energy Indonesia (VIVO) menyiagakan 39 SPBU.

“Stock dan Coverage Day BBM selama masa Posko Rafi 2024 aman dengan coverage day berkisar antara 4 sampai dengan 62 hari,” kata Erika saat konferensi pers, Jumat (19/4).

Penyaluran BBM tertinggi secara nasional untuk arus mudik terjadi pada tanggal 9 April 2024 dan arus balik pada tanggal 13 April 2024. Secara rata-rata kenaikan konsumsi gasoline 18,1 persen, avtur naik sebesar 10,7 persen, sedangkan gasoil turun sebesar 26,6 persen.

Erika menambahkan stok dan penyaluran LPG 3 kg juga aman. Pertamina menyiagakan 30 Terminal LPG, 723 SPBE dan 5.027 Agen LPG. Selama periode Satgas RAFI 2024, coverage days stok LPG nasional rata-rata 15,45 hari.

“Penyaluran LPG selama periode Satgas RAFI 2024 dibandingkan rata-rata penyaluran normal naik 2,81 persen,” tuturnya.

Penyaluran LPG tertinggi selama periode Satgas RAFI 2024 terjadi pada 8 April 2023 yaitu sebesar 33.689 metrik ton, atau naik sebesar 18,3 persen dari penyaluran normal sebesar 28.468 metrik ton.

Kemudian, selama periode RAFI 2024, Subholding Gas Pertamina telah berhasil menyalurkan gas bumi kepada lebih dari 3.108 pelanggan komersial dan industri, 1.986 pelanggan kecil, 817.211 pelanggan rumah tangga (jargas), serta pembangkit termasuk PLN Group.

Sementara itu, lanjut Erika, kondisi kelistrikan pada 10 April 2024 atau saat perayaan Idul Fitri, yaitu sebanyak 23 sistem dalam kondisi normal, dan 1 sistem dalam kondisi defisit (sistem Bau-bau). Pemadaman pada sistem Bau-bau saat beban puncak malam sebesar 1,33 MW.

Erika menuturkan, selama periode Posko RAFI 2024 tercatat beberapa sistem dalam kondisi siaga dan defisit yaitu:

1. Siaga: Belitung (5 hari), Tambora/Sumbawa-Bima (6 hari), Tarakan (5 hari), Sulbagsel (2 hari), Bau-bau (2 hari), Tanjung Selor (2 hari), dan Lombok (1 hari)

2. Defisit (pemadaman hanya terjadi pada beban puncak malam: Bau-bau (5 hari)

3. Dalam 2 hari terakhir periode Siaga RAFI, tidak ada sistem yang mengalami defisit.


Eksplorasi konten lain dari LAMPUNG7.COM

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

    Tulis Komentar Anda