Lompat ke konten
Selamat Membaca PLN UID Lampung Nyalakan Listrik di 7 Desa, Perluas Akses Energi hingga Pelosok Daerah

PLN UID Lampung Nyalakan Listrik di 7 Desa, Perluas Akses Energi hingga Pelosok Daerah

BANDAR LAMPUNG – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Lampung melalui Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Lampung kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan akses listrik yang merata bagi masyarakat.

Pada 10 Juni 2026, PLN berhasil menyalakan listrik di tujuh desa di Provinsi Lampung sebagai bagian dari program peningkatan Rasio Desa Berlistrik (RDB) yang bertujuan memperluas akses energi hingga ke wilayah dengan tantangan geografis.

Tujuh desa yang menjadi penerima manfaat program tersebut meliputi Desa Sindang Anom, Desa Sadar Sriwijaya, Desa Air Naningan, Desa Hujung, Desa Sidorejo, Desa Atar Lebar, dan Desa Giri Mulyo.

Kehadiran jaringan listrik di desa-desa tersebut diharapkan mampu mendukung aktivitas masyarakat sehari-hari, meningkatkan kualitas hidup, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah.

Program pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan ini didukung melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang dialokasikan untuk mempercepat pemerataan akses listrik di berbagai wilayah Indonesia.

Dengan rampungnya pekerjaan di tujuh desa tersebut, PLN UID Lampung berhasil menyelesaikan seluruh target pembangunan yang menjadi bagian dari upaya peningkatan akses dan layanan listrik bagi masyarakat.

Manager Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Lampung, I Putu Kesama, mengatakan bahwa proses pembangunan menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perizinan hingga kondisi medan yang cukup berat.

Namun, berkat dukungan pemerintah daerah, aparat setempat, tokoh masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya, seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target yang telah ditetapkan.

“Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak yang memiliki semangat yang sama untuk menghadirkan listrik bagi masyarakat. Kami mengapresiasi seluruh dukungan yang diberikan sehingga proyek ini dapat berjalan dengan baik,” ujar Putu Kesama.

Untuk mendukung penyalaan listrik di tujuh desa tersebut, PLN membangun jaringan tegangan menengah sepanjang 40,44 kilometer sirkuit (kms), jaringan tegangan rendah sepanjang 75,72 kms, serta gardu distribusi dengan total kapasitas mencapai 2.300 kVA.

Infrastruktur tersebut memiliki potensi melayani hingga 387 pelanggan yang tersebar di wilayah penerima manfaat.

Menurut Putu, listrik yang andal tidak hanya menghadirkan penerangan, tetapi juga membuka akses yang lebih luas terhadap pendidikan, layanan kesehatan, layanan publik, hingga mendukung berkembangnya usaha produktif masyarakat.

“Kami berharap kehadiran listrik dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi desa, meningkatkan produktivitas masyarakat, dan pada akhirnya mendorong peningkatan kesejahteraan warga,” katanya.

Selain itu, PLN juga mengajak masyarakat memanfaatkan aplikasi PLN Mobile sebagai kanal resmi layanan kelistrikan yang menyediakan berbagai fitur, mulai dari pengajuan pasang baru, tambah daya, pembelian token listrik, pembayaran tagihan, hingga layanan pengaduan gangguan secara cepat dan mudah.

Melalui pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang berkelanjutan, PLN UID Lampung terus berkomitmen menghadirkan layanan listrik yang andal, aman, dan merata bagi seluruh masyarakat.

Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mendukung pembangunan daerah, mempercepat pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di seluruh wilayah Provinsi Lampung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *