DPRD Lampung Apresiasi Gerakan “Mabaraya”, Dukung Raya Lestarikan Permainan Tradisional Lewat Duta Anak Indonesia 2026

Bandar Lampung – DPRD Provinsi Lampung memberikan apresiasi kepada Aulia Raya Andita, finalis Duta Anak Indonesia 2026 asal Bandar Lampung, yang mengusung program advokasi bertajuk “Mabaraya” (Main Bareng Raya). Program tersebut mengajak anak-anak Indonesia untuk kembali mencintai permainan tradisional sebagai sarana membangun kebersamaan, memperkuat karakter, serta melestarikan budaya bangsa.
Apresiasi tersebut disampaikan Ketua Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Dr. H. Yanuar Irawan, S.E., M.M., yang menilai keikutsertaan Raya di ajang nasional menjadi bukti bahwa generasi muda Lampung memiliki potensi besar untuk berprestasi dan mampu bersaing di tingkat nasional.
Menurut Yanuar, keberhasilan Raya melangkah sebagai finalis Duta Anak Indonesia 2026 bukan hanya menjadi kebanggaan bagi keluarga, tetapi juga membawa nama baik Provinsi Lampung sebagai daerah yang mampu melahirkan generasi muda kreatif, berprestasi, dan peduli terhadap isu-isu sosial.
“Prestasi dan kesempatan yang diraih Raya patut diapresiasi. Ini menunjukkan bahwa anak-anak Lampung memiliki kemampuan dan daya saing yang baik. Kami berharap Aulia dapat tampil maksimal dan membawa nama baik Provinsi Lampung di tingkat nasional,” ujar Yanuar Irawan di Bandar Lampung, Senin (29/6/2026).
Sebagai komisi yang membidangi pendidikan, kesejahteraan rakyat, serta pengembangan sumber daya manusia, Komisi V DPRD Provinsi Lampung menilai pentingnya memberikan ruang bagi anak-anak dan remaja untuk mengembangkan potensi, kreativitas, serta kepemimpinan sejak dini.
Yanuar juga memberikan apresiasi terhadap program “Mabaraya”, yang dinilai relevan dalam mendorong anak-anak kembali mengenal permainan tradisional di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Melalui gerakan tersebut, Raya mengajak anak-anak untuk tidak hanya bermain, tetapi juga membangun interaksi sosial, menumbuhkan semangat kebersamaan, mempererat persahabatan, serta menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal yang mulai ditinggalkan.
Selain mengusung pelestarian budaya, Raya yang dikenal dengan julukan “Generation of Inspiration” juga aktif mengampanyekan perlindungan anak, gerakan anti-perundungan (bullying), serta pentingnya menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi tumbuh kembang anak.
Menurut Yanuar, nilai-nilai yang diperjuangkan Raya sejalan dengan upaya membangun generasi muda yang tangguh, berkarakter, berbudaya, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.
Ia berharap kiprah Raya pada ajang Duta Anak Indonesia 2026 dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak dan remaja di Provinsi Lampung agar terus berani bermimpi, mengembangkan potensi, serta mengharumkan nama daerah melalui berbagai prestasi.
“DPRD Provinsi Lampung akan terus mendukung lahirnya generasi muda yang berprestasi, kreatif, dan memiliki kepedulian terhadap budaya serta isu-isu sosial. Semoga keikutsertaan Raya mampu menjadi motivasi bagi anak-anak Lampung untuk terus berkarya dan meraih cita-cita,” tutupnya.