LAMPUNG7COM – Lamteng | Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Federasi Guru Independen Indonesia (FGII) Provinsi Lampung siap mendampingi guru SMPN 1 Way Seputih Lampung Tengah, Musriyatun, S.Pd. yang videonya viral karena dialihtugaskan ke SMPN 1 Selagai Lingga gegara tidak memenuhi undangan Camat.

Hal itu disampaikan Ketua DPD FGII Provinsi Lampung Anton Kurniawan didampingi Bidang Humas Jamal dan Yadi Saputra, saat menemui secara langsung guru Musriyatun di tempatnya mengajar, SMPN 1 Way Seputih, Kabupaten Lampung Tengah, Rabu (8/3/2023).

Dalam pertemuan tersebut, Musriyatun yang didampingi Plt. Kepala SMPN 1 Way Seputih Budiono, S.Pd., menceritakan jika dia sudah mengabdi di sekolah tempatnya mengajar saat ini sejak Tahun 2007 silam.

Oleh sebab itu, dia berharap agar tetap bisa mengajar di sekolah tempatnya saat ini hingga masa pengabdiannya selesai dan pensiun. Selain itu, ibu tiga anak ini juga mengaku sangat syok ketika mendapat kiriman SK yang menyatakan dirinya dialihtugaskan ke SMPN 1 Selagai Lingga yang berjarak sekitar 100 kilometer dari rumahnya.

“Saya mengajar di sini sejak 2007 dan berharap bisa pensiun di sini. Jujur saya kaget dan syok ketika menerima SK melalui pesan WhatsApp yang menyatakan saya dipindah ke SMPN 1 Selagai Lingga,” ungkapnya.

Dalam pertemuan ini, Plt. Kepala SMPN 1 Way Seputih, Budiono, S.Pd. menjelaskan jika selama mengajar di tempatnya saat ini, Musriyatun selalu aktif dan tidak pernah melanggar aturan kedinasan selama jam dinas.

Menurut Budi, Musriatun adalah wali kelas IX dan menjadi salah satu guru andalan di sekolahnya. Oleh sebab itu, dia berharap akan ada solusi terbaik terkait permasalahan mutasi salah satu gurunya tersebut.

“Sekolah ini punya 360 siswa dengan jumlah guru 28 orang. Ibu Musriyatun, salah satu guru andalan dan juga wali kelas untuk kelas IX. Kalau boleh meminta, saya berharap Ibu Musriyatun tetap di sini,” kata Budi.

Sementara itu, Ketua DPD FGII Lampung Anton Kurniawan mengatakan siap mendampingi guru Musriyatun dalam permasalahan ini. Menurutnya, jika benar guru Musriyatun dipindahtugaskan itu akan mencederai nilai-nilai pendidikan dan menjadi anomali terhadap esensi tugas guru sebagai pendidik.

“FGII Lampung akan mendampingi Ibu Musriyatun dalam masalah ini, dan berharap Ibu Musriyatun tetap mengajar di sekolahnya saat ini. Ini semua demi Provinsi Lampung, juga demi Kabupaten Lampung Tengah. Saat ini Pemerintah Provinsi Lampung sedang berupaya meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) kita. Mari kita bersama-sama membangun Lampung menjadi lebih baik. Jangan sampai terjadi hal-hal dan kebijakan yang justru menghambat,” ujar Anton.

Anton juga mengatakan menangani pendidikan yang berkaitan langsung dengan manusia serta nilai-nilai dan norma, tentu saja berbeda dengan menangani bidang-bidang lain, seperti bidang pertanian atau infrastruktur.

“Kalau misalnya pindah, terus dengan jarak yang jauh seperti itu bagaimana mungkin bisa mendidik siswa dengan baik, apalagi dia seorang perempuan, seorang ibu dengan tiga anak. Orang tua tunggal. Jelas ini kontraproduktif,” tegas Anton.

Dia juga menyampaikan akan segera berkirim surat kepada DPRD Kabupaten Lampung Tengah untuk membahas hal ini.

“Segera kita akan berkirim surat ke DPRD Lampung Tengah untuk membahas masalah ini. Semoga segera ada solusi,” pungkasnya. | Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.