Lompat ke konten
Selamat Membaca TNI dan Malaysia Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Latgabma Malindo Darsasa 12 AB/2026 Resmi Ditutup di Lampung

TNI dan Malaysia Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Latgabma Malindo Darsasa 12 AB/2026 Resmi Ditutup di Lampung

Bandar Lampung – Latihan Gabungan Bersama Malaysia–Indonesia (Latgabma Malindo) Darsasa 12 AB/2026 resmi ditutup oleh Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI, Letnan Jenderal TNI Bobby Rinal Makmun, di Pantai Puri Gading, Telukbetung Barat, Kota Bandar Lampung, Kamis (25/6/2026).

Penutupan tersebut menandai berakhirnya latihan yang telah berlangsung sejak 17 Juni 2026 dan menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Angkatan Tentera Malaysia (ATM) dalam menghadapi bencana alam dan operasi bantuan kemanusiaan.

Latihan yang melibatkan ratusan personel TNI dan ATM ini mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Lampung, Polda Lampung, Basarnas, PMI, serta sejumlah instansi terkait lainnya. Sebelum upacara penutupan, para peserta menampilkan demonstrasi Full Mission Profile (FMP) dengan skenario penanganan bencana pascatsunami.

Simulasi tersebut memperlihatkan kemampuan kedua negara dalam melaksanakan evakuasi korban melalui jalur darat, laut, dan udara, operasi pencarian dan pertolongan (Search and Rescue/SAR), hingga penanganan pengungsi secara terpadu. Demonstrasi itu menunjukkan semakin solidnya koordinasi, komunikasi, dan kecepatan respons antara TNI dan ATM.

Membacakan amanat Panglima TNI, Letjen TNI Bobby Rinal Makmun menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan pihak yang mendukung pelaksanaan latihan.

“Latihan ini dirancang untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan bersama dalam operasi kemanusiaan. Dengan menyamakan prosedur serta memperkuat komunikasi, kita memastikan bahwa ketika bencana terjadi, respons yang diberikan dapat berlangsung cepat, tepat, dan terkoordinasi,” ujarnya.

Selain meningkatkan kemampuan operasional, Latgabma Malindo Darsasa 12 AB/2026 juga menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat melalui program Civic Action Program. Kegiatan tersebut meliputi pembangunan dan pengecoran jalan akses desa, rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), serta pelayanan kesehatan gratis melalui Medical Civic Action Program (MEDCAP), seperti pemeriksaan kesehatan umum, pemeriksaan mata, donor darah, penyuluhan kesehatan, dan pembagian paket sembako.

Ketua Staf Markas Angkatan Bersama Malaysia, Mayor Jenderal Dato’ Khairul Anuar bin Abd Aziz, menegaskan bahwa latihan bersama menjadi sarana penting untuk memperkuat hubungan bilateral kedua negara sekaligus meningkatkan kemampuan bersama dalam membantu masyarakat saat terjadi bencana dan krisis kemanusiaan.

Sementara itu, Direktur Latihan sekaligus Komandan Korem 043/Garuda Hitam, Brigadir Jenderal TNI Sumarlin Marzuki, menyampaikan bahwa latihan ini berhasil membangun kepercayaan, profesionalisme, dan pemahaman teknis antarpersonel kedua negara.

Keberhasilan penyelenggaraan Latgabma Malindo Darsasa 12 AB/2026 diharapkan semakin memperkokoh hubungan pertahanan Indonesia dan Malaysia serta meningkatkan kesiapsiagaan bersama dalam menghadapi berbagai potensi bencana dan keadaan darurat kemanusiaan di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *