Lampung7.com | Lagi, menjelang panasnya mesin politik secara serentak di Indonesia khususnya di Kabupaten Mesuji, kehadiran tunawisma orang tidak dikenal mulai bermunculan di beberapa tempat.

Hal itu menyimpulkan sepikulasi opini publik sebagian orang terhadap kehadiran tunawisma tersebut.

Setidaknya, diketahui ada tiga sampai empat orang yang diduga ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) sering mangkal di beberapa titik strategis, diantaranya lokasi Kuliner Desa Brabasan, Kecamatan Tanjung Raya yang kebetulan berhadapan langsung dengan rumah Anggota DPRD Mesuji sekaligus Kepala Desa Berasan Makmur.

Terlihat pada gambar, sosok lelaki berpakaian lusuh duduk santai diatas trotoar jalan dengan tatapan tajam kesuatu tempat.

Sementara sosok ODGJ lainnya sering tampak di persimpangan Tugu Macan dan di gerbang pintu masuk RSUD Ragab Regawe Caram pada malam sampai pagi hari. Bahkan ada juga yang sedang merebahkan badan diatas gajebo Kuliner Desa Brabasan pada siang harinya.

Menurut keterangan warga Desa Berabasan, yang tidak ingin disebut namanya, informasi keberadaan ODGJ tersebut sudah sekitar 2 bulan lalu.

“Saya pernah dengar pada saat nongkrong di Selamat Datang, informasinya ada 3 sampai 4 orang diduga anggota intelegent yang sedang melakukan penyamaran, 2 orang dari provinsi dan 1 orang lagi dari pusat. Untuk kebenaran itu Intel KPK atau bukan, ya saya tidak tau. Karena itu cuma obrolan saja,” terangnya.

Kata dia, “Kalau urusan seperti itu, saya tidak mau ambil pusing Mas, lebih baik saya kerja nguli atau ngecat rumah orang, nyari duit halal buat keluarga. Untuk urusan korupsi atau sebagainya biar mereka aja yang menanggung dosa dan menerima imbalan hukumnya seperti apa. Toh siapa yang berbuat, siapa yang bertanggungjawab, iya toch?,” ujar pria bertubuh gempal tersebut.

Dilain pihak, An (27) warga Desa Berabasan mengatakan, kalaupun keberadaan ODGJ itu benar kiriman dari luar daerah, dirinya berharap mereka tidak mengganggu kenyamanan masyarakat setempat. Apalagi sampai menimbulkan kekacauan.

“Ya, kita berharap semua tetap baik-baik saja. Apalagi saat ini sudah memasuki tahun politik, tentu banyak warga kita yang mendaftarkan diri sebagai calon legislatif menjadi wakil rakyat. Kalau nanti ada yang terpilih, semoga mereka bisa menjadi penyambung lidah masyarakat yang amanah. Dan bagi mereka yang belum beruntung, bisa bersabar dan tetap bersyukur bisa ikut andil dalam kontestasi pesta demokrasi mendatang. Jangan sampai kegagalan itu menambah keberadaan ODGJ yang saat ini belum jelas darimana asal usulnya,” pungkas An. | ekli

Tulis Komentar Anda