Kegiatan digelar dengan tujuan untuk meningkatkan pencapaian IKU Unila, yang merupakan ukuran keberhasilan dalam mencapai tujuan dan sasaran untuk meningkatkan kualitas serta relevansi pendidikan tinggi.

Workshop diikuti seluruh Tim IKU Unila dan menghadirkan narasumber dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbudristek RI) Annisa Nur Fadhilah, S.Kom., dan Franova Herdiyanto, S.Kom., M.T.I.

Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., menyampaikan Unila memiliki konsentrasi tinggi terhadap pencapaian IKU yang terdiri dari delapan indikator. Meskipun meningkat setiap tahun, Prof. Lusi menilai, pencapaian IKU Unila belum sesuai dengan yang ditargetkan.

Dia juga menjelaskan, kurang maksimalnya pencapaian IKU Unila bukan dikarenakan kinerja Unila yang tidak  bertambah. Menurut Prof. Lusi, hal itu mungkin disebabkan masalah dalam sistem penginputan data, termasuk kurang lengkapnya data dan kesalahan pengisian.

Sejak Juni 2023, Kemendikbudristek telah menerbitkan Kepmendikbudristek RI Nomor 210/M/2023 tentang IKU yang berlaku bagi seluruh perguruan tinggi dan lembaga layanan pendidikan tinggi di Indonesia. Untuk menyesuaikan diri dengan aturan baru tersebut, Unila mengadakan workshop peningkatan IKU hari ini.

Workshop diselenggarakan untuk memberi pemahaman dan pelatihan kepada Tim IKU Unila tentang cara menginput data dan menginterpretasikan hasil IKU sesuai dengan standar Kemendikbudristek.

Setelah itu mengikuti workshop ini, para penanggung jawab IKU diharapkan dapat bertanggung jawab melakukan kontrol dan memperhatikan proses pengisian IKU oleh tendik, serta melakukan follow up pada IKU yang unggul.

Dalam workshop peningkatan IKU Unila, Prof. Lusi mengajak seluruh peserta untuk belajar dan memahami cara menilai dan menghitung indikator-indikator yang menentukan kinerja universitas.

Ia berharap, dengan workshop ini program-program yang dirancang Tim IKU Unila akan lebih efisien dan efektif dalam mencapai visi dan misi Unila. Ia juga mengingatkan pentingnya kerja sama dan bantuan dari semua pihak yang terlibat dalam proses pencapaian IKU.

“Mari kita bersama-sama meningkatkan kualitas Unila di segala bidang, baik akademik maupun non-akademik, termasuk peningkatan kualitas di berbagai aspek,” ujar Prof. Lusi. | redk

Tulis Komentar Anda