Lompat ke konten

Tendik Unila Lolos Seleksi Program Praktisi Mengajar Batch 3

(Unila): Salah satu tenaga kependidikan Universitas Lampung (Unila) Gandhi Irawan, S.Pd., M.Pd., berhasil lolos seleksi Program Kampus Merdeka, Praktisi Mengajar batch tiga tahun 2023.

Program yang berlangsung mulai 6 September hingga 12 Desember 2023 ini merupakan bagian dari Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang digagas Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) Republik Indonesia.

Program ini merupakan sebuah upaya yang dilakukan pemerintah dalam mempersiapkan lulusan perguruan tinggi agar lebih siap terjun ke dunia kerja.

Program ini digagas untuk mendorong kolaborasi dan partisipasi aktif para ahli dan dosen agar tercipta kolaborasi yang progresif antara sivitas akademika di perguruan tinggi dan para profesional di dunia kerja.

Dalam program praktisi mengajar, kolaborasi dilakukan dalam mata kuliah yang disampaikan di ruang kelas, baik secara luring maupun daring.

Untuk lolos dalam program ini, Gandhi telah melewati beberapa proses tahapan, di antaranya penilaian berdasarkan Curriculum Vitae (CV), kualifikasi pendidikan, serta pengalaman kerja.

Pelaksanaan Program Praktisi Mengajar batch tiga tahun 2023 dilaksanakan di dua kampus, yaitu Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, dan Universitas Bina Mandiri, Gorontalo.

Melalui kolaborasi dalam mata kuliah, Gandhi berbagi pengetahuan, pengalaman kerja, dan keahliannya secara langsung dengan mahasiswa. Selain itu, ia akan berperan dalam memotivasi mahasiswa melalui kuliah, presentasi, tugas, dan diskusi.

Gandhi melihat adanya kesenjangan antara keahlian lulusan dan kebutuhan dunia kerja menyebabkan seringkali terdapat keluhan atas kualitas lulusan perguruan tinggi. Hal itulah yang menjadi motivasi awal Gandhi mengikuti program ini.

Gandhi berharap, melalui program ini pengetahuan dan keahlian dari dunia kerja dapat secara berkesinambungan dialihkan kepada sivitas akademika, sehingga perguruan tinggi bisa menghasilkan lulusan yang lebih siap berkontribusi di dunia kerja.

“Semoga dengan lolosnya saya dalam Program Praktisi Mengajar ini, dapat memberikan kontribusi positif terhadap dunia pendidikan dan membantu adik-adik mahasiswa agar lebih siap untuk masuk ke dunia kerja,” ujar Gandhi. [Magang_Laula Khairun Nisa]

The post Tendik Unila Lolos Seleksi Program Praktisi Mengajar Batch 3 appeared first on Universitas Lampung.

Perpustakaan Unila Sambut Mahasiswa Baru

(Unila): Universitas Lampung (Unila) menyelenggarakan orientasi perpustakaan bagi mahasiswa baru angkatan 2023. Kegiatan ini berlangsung selama satu minggu, mulai dari 9 Oktober hingga 13 Oktober 2023, di lantai tiga gedung perpustakaan Unila.

Orientasi perpustakaan merupakan salah satu rangkaian dari Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Unila. Tujuannya adalah untuk memperkenalkan fasilitas, koleksi, dan layanan yang tersedia di perpustakaan Unila kepada mahasiswa baru.

Tujuh ribuan mahasiswa baru diploma dan sarjana dari berbagai prodi dan fakultas mengikuti orientasi ini sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Mereka dibagi dalam dua kelas yang masing-masing berisi 100-150 orang.

Ketua divisi layanan pengguna Endah Kurniasari, S.I.Kom., mengatakan, orientasi ini juga sebagai bentuk promosi perpustakaan Unila. “Kami ingin menunjukkan Perpustakaan Unila memiliki banyak fasilitas, koleksi, dan layanan yang dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk mendukung proses belajar mereka,” ujarnya.

Selain mengikuti orientasi, mahasiswa baru melakukan registrasi sebagai anggota perpustakaan Unila. Dengan menjadi anggota, mereka dapat meminjam buku, mengakses e-journal, dan menggunakan fasilitas lainnya di perpustakaan Unila. [Magang Agatha Monica Silaban]

The post Perpustakaan Unila Sambut Mahasiswa Baru appeared first on Universitas Lampung.

Rektor Buka Asesmen Akreditasi Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia

(Unila): Rektor Universitas Lampung (Unila) Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., membuka Asesmen Lapangan Akreditasi Program Studi S-1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) di Dekanat Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unila, Jumat, 13 Oktober 2023.

Prof. Lusmeilia Afriani menyambut dua asesor, yakni Prof. Dr. Endry Boeriswati, M.Pd., dari Universitas Negeri Jakarta dan Dr. Teguh Setiawan, M.Hum., dari Universitas Negeri Yogyakarta.

Ia menjelaskan, kegiatan akreditasi merupakan penilaian sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan berdasarkan Standar Nasional Pendidikan Tinggi, sebagaimana diatur dalam Pasal 55 ayat (1) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012. Penilaian ini bertujuan untuk menentukan kelayakan Program Studi dan Perguruan Tinggi.

Prof. Lusmeilia Afriani menekankan, Unila terus berbenah diri untuk meningkatkan akreditasi institusi, termasuk akreditasi program studi seperti Prodi PBSI. Universitas telah melakukan berbagai upaya untuk mempercepat peningkatan ini dengan melakukan pembenahan pada masing-masing program studi.

Ia juga meyakini akreditasi harus didukung kemampuan program studi untuk berkontribusi pada tujuan universitas untuk internasionalisasi perguruan tinggi. Oleh karena itu, akses informasi harus mencerminkan kemajuan melalui publikasi ilmiah dan kemampuan dosen untuk tampil secara global.

“Kita juga mendorong dosen program studi ini untuk mengajar di Australia guna mendukung internasionalisasi bahasa Indonesia,” ungkapnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Rektor Bidang Akademik, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dekan FKIP Unila, dan jajaran wakil dekan di lingkungan FKIP Unila, ketua dan sekretaris LP3M, serta kepala UPT Perpustakaan. [Riky Fernando]

The post Rektor Buka Asesmen Akreditasi Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia appeared first on Universitas Lampung.

Kunjungan Tim ASIIN Berakhir, Unila Menuju World Class University

(Unila): On-site Visit oleh tim akreditasi internasional Akkreditierungsagentur für Studiengänge der Ingenieurwissenschaften, der Informatik, der Naturwissenschaften und der Mathematik (ASIIN) ke jurusan S-1 Ilmu Komputer Universitas Lampung (Unila) berakhir pada Kamis, 12 Oktober 2023.

Kunjungan selama tiga hari sejak 10 hingga 12 Oktober ini bertujuan untuk menilai kelayakan program studi Ilmu Komputer FMIPA Unila dalam pelaksanaan proses perkuliahan dengan standar internasional.

Pada hari terakhir kunjungan, tim akreditasi ASIIN yang dipimpin Prof. Dr. Markus Esch dari University of Applied Sciences Saar mengadakan final meeting dengan pimpinan Unila dan tim akreditasi Unila secara daring melalui zoom meeting.

Dalam pertemuan itu, Prof. Markus menyampaikan apresiasi atas upaya Unila dalam meraih akreditasi internasional pada jurusan Ilmu Komputer. Ada beberapa apresiasi positif yang diberikan, yaitu para pengajar dan staf akademik sangat penuh motivasi dan berdedikasi tinggi dalam mengelola program studi.

Selain itu, ia menilai program studi ini telah memenuhi standar pengelolaan yang baik dan iklim perkuliahan antarmahasiswa dinilai sudah sangat baik. Hal itu terlihat dari mahasiswa yang mampu bersinergi dalam proses perkuliahan dan memiliki hubungan yang baik antarsesame mahasiswa. “The student culture is also very positive,” ungkapnya.

Ada beberapa saran yang juga disampaikan Prof. Markus dalam pertemuan tersebut. Ia menyampaikan agar tenaga pendidik pada program studi Ilmu Komputer ditambah, serta perlu adanya kolaborasi yang masif dengan pihak industri.

Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Prof. Rudy, S.H., LL.M., LL.D., mengucapkan terima kasih kepada tim akreditasi ASIIN yang telah memberikan penilaian objektif dan konstruktif terhadap prodi S-1 Ilmu Komputer FMIPA Unila.

Ia berharap kunjungan ini dapat menjadi landasan bagi Unila untuk menjadi world class university. Kunjungan ASIIN ini akan menjadi pengalaman berharga bagi Unila dalam pengelolaan manajemen mutu pendidikan.

“Sangat menarik untuk mengetahui sudut pandang dari ASIIN untuk memberikan dampak lebih besar pada manajemen institusi pendidikan tinggi di universitas kami,” ujarnya.

Sebagai penutup, Prof. Rudy juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh rekan-rekan ASIIN dan semua peserta atas dukungan serta berbagi pengalaman yang telah diberikan.

Kegiatan ini turut dihadiri Dekan FMIPA Dr. Eng. Heri Satria, S.Si., M.Si., para wakil dekan FMIPA, ketua LP3M, sekretaris LP3M, kepala UPT, kajur Ilmu Komputer, dan tim task force akreditasi internasional. [Daffa Alsa Pradika]

The post Kunjungan Tim ASIIN Berakhir, Unila Menuju World Class University appeared first on Universitas Lampung.

Workshop Penulisan Naskah Dinas dalam Bahasa Indonesia Sesuai KBBI 

(Unila): UPT Bahasa Universitas Lampung (Unila) mengadakan kegiatan Workshop Penulisan Naskah Dinas dalam Bahasa Indonesia sesuai Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Bagi Pegawai/Tenaga Kependidikan (Tendik) Unila, Kamis, 12 Oktober 2023, di Aula UPT Pengembangan Karier dan Kewirausahaan/CCED.

Lokakarya yang diselenggarakan secara luring ini menghadirkan narasumber antara lain Yulfi Zawarnis, S.Pd., M.Hum., dan Hasnawati Nasution, S.Pd., M.Pd., dari Kantor Bahasa Provinsi Lampung. Total peserta yang mengikuti workshop sebanyak 50 orang. Peserta berasal dari fakultas, lembaga, pascasarjana, UPT, dan BPU, di lingkungan kampus.

KBBI merupakan kamus resmi bahasa Indonesia sebagai acuan tertinggi bahasa Indonesia yang baku karena merupakan kamus bahasa Indonesia terlengkap dan paling akurat. Kamus ini disusun Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa yang diterbitkan Balai Pustaka.

Workshop Penulisan Naskah Dinas dalam Bahasa Indonesia ini bertujuan untuk menambah kemampuan/skill peserta dalam menulis naskah dinas berahasa Indonesia yang tepat dan akurat sesuai kaidah penulisan Bahasa Indonesia baku. [Rilis]

The post Workshop Penulisan Naskah Dinas dalam Bahasa Indonesia Sesuai KBBI  appeared first on Universitas Lampung.

PKM-K Luncurkan Es Krim Probiotik Ice-Tetik

(Unila): Dalam upaya pengembangan inovasi dan kewirausahaan, Ice-Tetik with Healing App berhasil menciptakan gebrakan baru dalam dunia makanan sehat.

Produk ini merupakan es krim probiotik yang menggabungkan kesehatan mental dan kelezatan es krim. Inisiatif ini berasal dari mahasiswa Universitas Lampung (Unila) melalui Program Kreativitas Mahasiswa di bidang Kewirausahaan (PKM-K).

Tim yang terlibat meliputi Keisha Azzahra Tetadrian (Pendidikan Dokter’21), Dita Noviyanda Saerulloh (Pendidikan Dokter’21), Kevin Hendri (Pendidikan Dokter’21), Meida Clara Enina (Biologi’21), dan Doni Adrian (Biologi Terapan’22).

Menariknya, produk ini terinspirasi dari sebuah unggahan konten TikTok yang ditemui secara tidak sengaja oleh Keisha selaku ketua tim.

Unggahan tersebut mencoba memahami mengapa seseorang diresepkan vitamin B kompleks untuk mengatasi keluhan gejala kesehatan mental.

Tertarik dengan pertanyaan tersebut, membuat Keisha dan timnya melakukan penelusuran lebih lanjut tentang hubungan vitamin B dan kesehatan mental.

Kemudian mereka menemukan kurangnya asupan vitamin B kompleks dapat menjadi salah satu penyebab gangguan mental emosional, seperti stres, kecemasan, dan depresi.

Berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, lebih dari 19 juta penduduk yang berusia lebih dari 15 tahun mengalami gangguan mental emosional, dan lebih dari 12 juta penduduk usia di atas 15 tahun mengalami depresi.

Melihat fakta-fakta ini, Keisha dan timnya mempertanyakan bagaimana mereka bisa membantu masyarakat memenuhi kebutuhan akan vitamin B harian tanpa harus mengonsumsi suplemen.

Dari sinilah tim PKM-K Keisha memutuskan untuk menciptakan es krim probiotik sebagai sebuah inovasi untuk memberikan asupan vitamin B harian kepada masyarakat.

“Kami menggunakan teknologi probiotik karena selain bermanfaat untuk kesehatan pencernaan, juga mengandung vitamin B yang sejalan dengan tujuan kami untuk meningkatkan kesehatan mental,” ujarnya.

Untuk mewujudkan inisiatif ini, mereka memilih buah pisang muli Lampung sebagai sumber vitamin B yang cukup tinggi, sekaligus mendukung komoditas lokal yang ada di Bumi Ruwa Jurai.

Produk Ice-Tetik ini juga dilengkapi dengan aplikasi bernama Ice-Tetik Healing App yang bertujuan untuk menggabungkan elemen kesehatan mental dalam konsep produk mereka.

Selain itu, Keisha dan timnya berusaha mengangkat budaya lokal dengan menggunakan desain motif tapis pada kemasan produk mereka.

Untuk mencapai target pasar, Keisha dan timnya mengidentifikasi bahwa yang paling membutuhkan produk ini adalah mereka berusia di atas 15 tahun dengan tingkat gejala stres, kecemasan, dan depresi yang tinggi.

Meskipun demikian, produk ini memiliki potensi untuk disukai berbagai kalangan dan usia, mengingat es krim adalah makanan yang disukai hampir semua orang.

Keisha dan timnya juga telah merencanakan kerja sama dengan pihak lain untuk memperluas distribusi Ice-Tetik. Hingga saat ini, masyarakat telah memberikan respons positif terhadap produk ini, bahkan pernah mencapai target penjualan satu minggu dalam waktu kurang dari tiga hari.

“Untuk mendukung keberlanjutan Ice-Tetik, dalam waktu dekat kami akan mengupayakan sertifikasi dan diversifikasi produk,” ujar Keisha.

Produk Ice-Tetik telah menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kesehatan mental masyarakat dengan cara yang lezat dan inovatif. Produk ini telah menciptakan dampak positif dalam dunia kesehatan dan kuliner.

Melalui inovasi produk Ice-Tetik with Healing App, Keisha, Dita, Kevin, Meida, dan Doni, telah menunjukkan semangat inovasi, kesungguhan, dan kerja kerasnya, dan mereka telah membuktikan bahwa ide cemerlang dapat muncul dari situasi yang tak terduga.

Informasi lebih lanjut mengenai produk Ice-Tetik with Healing App dapat diakses melalui akun Instagram @icetetik.co. [Magang_Laula Khairun Nisa]

The post PKM-K Luncurkan Es Krim Probiotik Ice-Tetik appeared first on Universitas Lampung.

Laman: 1 2 3